Relawan Belajar MIPA, program pengabdian bidang pendidikan dari BEM FMIPA UNY membawa dampak untuk pembelajaran daring

Video berdurasi kurang lebih dua menit yang berisikan kesan pesan tentor dan siswa RBM itu resmi menutup program RBM#1 2021 pada hari Senin (14/6). Walaupun dilaksanakan melalui WhatsApp group, penutupan RBM ini tak berkurang kekhidmatannya.

RBM (Relawan Belajar MIPA) merupakan program yang diinisiasi oleh departemen pengabdian masyarakat BEM FMIPA UNY yang bertujuan untuk membantu siswa/i SD hingga SMA sederajat yang mengalami kesulitan belajar selama masa pandemi melalui pengadaan konsultasi mengenai tugas atau materi yang kurang dipahami via Whatsapp. Untuk mata pelajaran yang ditawarkan yaitu ada Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, IPA, dan Bahasa Inggris.

RBM#1 2021 kali ini dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dari bulan April-Juni awal dan telah menjangkau partisipasi sebanyak 37 tentor yang merupakan mahasiswa aktif FMIPA UNY dan 164 siswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Banyak siswa yang mengaku terbantu dengan adanya program RBM#1 2021 kali ini. “Alhamdulillah bersyukur banget bisa berkesempatan ikut program RBM ini. Yang tadinya gak paham sama pelajaran sama sekali, finally, bisa ngerti konsep materi dengan jelas. Kakak tentornya juga baik-baik banget, mereka itu ramah, fast respon, dan dengan senang hati selalu menjawab pertanyaan kita. Sukses selalu kak, semoga dilancarkan kuliahnya!” Ucap Hilwa, salah satu siswa RBM.

Kendati demikian, program RBM ini sesungguhnya masih jauh dari kata sempurna, sehingga BEM FMIPA UNY masih akan terus melakukan evaluasi agar
RBM selanjutnya lebih baik dari sebelumnya, terutama dalam pengembangan kualitas konsultasi siswa terhadap tentor.

Berita Acara: WORKSHOP KEWIRAUSAHAAN BATCH 2

Biro Kewirausahaan BEM FMIPA UNY menyelenggarakan Workshop Kewirasuhaan Batch  2 pada hari Sabtu, 5 Juni 2021. Workshop ini merupakan kegiatan lanjutan dari Workshop Kewirausahaan Batch 1. Workshop ini diselenggarakan untuk anggota BEM FMIPA UNY 2021 guna meningkatkan wawasan anggota dalam bidang wirusaha terutama dalam Digital Marketing. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 40 mahasiswa/i dari anggota BEM FMIPA UNY 2021 melalui platform zoom meeting.

 

Workshop Kewirasuhaan Batch  2 kali ini mengusung tema “Build your Business: Digital Marketing and Product Visualization”. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat merealisasikan keinginan untuk mendirikan usaha serta dapat memulai usahnya dengan baik dan benar. Dalam kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yakni Weliyan Tanoyo (penulis buku Juragan Marketplace Reborn, founder Digital Jasa  Optimasi Marketplace, founder Kursus Online Marketplace Garis Tengah dan founder took obat herbal online SoWelShop) dan Azi Wansaka (CEO Konten Academy). Pemateri yang hebat membuat antusias peserta semakin bertambah terlihat  pada banyaknya pertanyaan yang diajukan.

 

Pemateri pertama adalah Weliyan Tanoyo, menyampaikan mengenai cara Building Brand With Digital Marketing. Beliau menyampaikan untuk memulai sebuah bisnis tidak harus memiliki brand sendiri, bisa dengan menjadi reseller, dropshiper dari brand milik orang lain. Dengan pemasaran yang tepat maka brand tersebut akan banyak dikenal orang. Permasaran dapat dilakukan dengan cara organik (geratis) yaitu dengan membuat konten yang bagus dan menarik dan juga bisa dengan melakukan iklan berbayar. Namun pemasaran menggunakan iklan berbayar memerlukan biaya yang cukup banyak, oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam beriklan. Kita harus dapat memilih plat form marketing yang bagus dan efektif untuk mengiklankan produk kita. Sehingga kita harus melakukan analisis pasar terlebih dahulu untuk menyesuaikan produk yang kita jual dan membuat iklan/konten yang menarik untuk produk kita.

 

Pada pemateri kedua, Azi Wansaka menyampaikan mengenai advertising for media sosial. Beliau menyampaikan bahwa pengguna media sosial sangatlah banyak. Diurutan pertama adalah youtube kemuadian disusul whatsapp, instagram, facebook, masanger dll. Dan owner dari sosial media tersebut adalah perusahaan yang sama, seperti whatsapp, instagram, facebook, dan masanger merupakan sosial media milik facebook. Sehingga untuk beriklan lebih disarankan dengan facebook ads. Untuk mengiklankan produk kita harus dapat siapa saingannya dan apa saja kontennya. Konten iklan dapat berupa gambar atau video. Saat ini untuk membuat konten iklan sudah sangat mudah, contohnya melalui canva, tiktok dll. Untuk mengecek konten apa saja yang telah dibuat oleh saingan kita, kita dapat mengecek pada facebook galeri iklan. Nah untuk membedah iklan pun sangat banyak, salah satu yang paling penting adalah copywriting. Pada saat ini konten creator sangatlah diperlukan untuk mengiklankan berbagai layanan maupun produk.

Hari Lahir Pancasila: Dimanakah Letak Pancasila Sebenarnya?

“Pancasila menjadi kesadaran filsafat hukum dan sumber kesadaran berbangsa dan bernegara, Pancasila itu ideologi yang mempersatukan”-Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.

Kedudukan Pancasila di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sebagai dasar negara. Lalu apa maknanya? Pancasila menjadi landasan, pondasi utama, titik acuan bangsa Indonesia dalam mengatur bangsa maupun NKRI. Dapat diartikan bahwa pancasila begitu penting dalam mengatur unsur-unsur kehidupan berbangsa dan bernegara, segala bentuk peraturan-peraturan yang ada di Indonesia harus berlandaskan Pancasila.

Sudah 76 tahun Pancasila lahir, apakah kita sebagai warga negara Indonesia telah memaknai dan menerapkan isi Pancasila dengan baik? Pada faktanya masih ditemukan beberapa kasus yang bertentangan dengan Pancasila.

Pemaksaan siswi non muslim untuk memakai jilbab di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat merupakan salah satu kasus pelanggaran Pancasila. Pasalnya sekolah tersebut mewajibkan muridnya memakai seragam, jilbab dan celana panjang abu-abu. Bahkan orang tua murid tersebut dipanggil oleh pihak sekolah karena anaknya menolak memakai jilbab. Menteri Nadiem Makarim mengatakan bahwa kasus ini melanggar nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan. Kasus ini melanngar nilai Pancasila khususnya sila ke-2 yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab yaitu menghargai setiap orang tanpa memandang suku, etis dan agama.

Baru-baru ini kasus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang berujung pada pemecatan 51 pegawai KPK juga dinilai bertentangan dengan Pancasila. Hal ini diungkapkan oleh mantan penasehat KPK Abdullah Hehamahua. Beredarnya sejumlah pertanyaan TWK terkait kepercayaan, status perkawinan hingga perihal jilbab bagi pegawai KPK wanita. Menurut Abdullah, hal tersebut sudah tertuang dalam sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

Fakta yang terjadi sekarang menimbulkan pertanyaan dibenak kita. Sudahkah kita sebagai warga negara Indonesia memaknai Pancasila dan mengamalkan sila-silanya dengan baik?

Sumber :

https://www.suara.com/news/2021/05/26/132928/telak-eks-penasehat-kpk-sindir-penyusun-twk-saat-kuliah-tak-lulus-pancasila

https://hot.liputan6.com/read/4475006/makna-pancasila-sebagai-dasar-negara-dan-pandangan-hidup-berikut-penjelasannya#:~:text=Makna%20pancasila%20sebagai%20dasar%20negara%20ialah%20menjadi%20landasan%2C%20pondasi%20utama,berbangsa%20dan%20bernegara%2C%20segala%20bentuk

https://news.detik.com/berita/d-5304134/pancasila-sebagai-dasar-negara-ketahui-kedudukan-makna-dan-fungsinya

https://www.suara.com/news/2021/01/24/131359/keras-mendikbud-bilang-smkn-2-padang-intoleran-dan-langgar-pancasila?page=all

 

PRESS RELEASE Pandhawa #2: Larangan Mudik untuk Siapa?

PRESS RELEASE Pandhawa #2: Larangan Mudik untuk Siapa?

Press Release

Pandemi COVID-19 yang masih berlalu mengakibatkan pemerintah harus mengeluarkan peraturan mengenai larangan mudik saat hari raya. Hal ini memancing berbagai reaksi tentunya, ada pro-kontra terkait kebijakan pemerintah ini. Ada ketidakjelasan terkait kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Pemerintah yang melarang adanya mudik, tetapi mengizinkan WNA masuk, membiarkan tempat-tempat perbelanjaan ramai tanpa protokol kesehatan, bahkan ajakan untuk meramaikan tempat wisata. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan bagi masyarakat, lalu sebenarnya bagaimana keseriusan pemerintah dalam menanggapi pandemi ini? Apakah kebijakan yang dikeluarkan ini juga mempertimbangkan faktor ekonomi sehingga seolah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah nampak tidak jelas.

Hal itulah yang mendasari diadakannya diskusi pada hari Jum’at, 28 Mei 2021 oleh Departemen Sosial dan Politik BEM FMIPA UNY dengan dua narasumber yang ahli dalam bidangnya yaitu Bapak Bambang Supriyanto, S.E. M.Sc. selaku dosen Fakultas Ekonomi UNY dengan Bapak dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp. PK, PhD. selaku dosen Fakultas Kedokteran UNS.

Semua negara terkena dampak dari pandemi COVID-19 salah satunya pada bidang ekonomi dengan rata-rata -3,3%. Khususnya Indonesia sendiri, pada saat pandemi ini perekonomiannya mencapai -2,07%. Sektor yang paling terkena dampak negatif dari pandemi ini adalah lapangan transportasi dan pergudangan serta penyediaan akomodasi dan makan minum. Sedangkan, sektor yang terkena dampak positif dari pandemi ini adalah informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Pembatasan pada hari lebaran tidak hanya di Indonesia saja tetapi terjadi juga pada negara-negara lain seperti Maroko, Turki, Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan Malaysia. Pada tahun 2021 sebanyak 1,5 juta penduduk sudah berpergian sebelum larangan mudik diberlakukan.

Catatan untuk Pemerintah pada tahun 2020 adalah tentang diperbolekan penerbangan beroperasi di saat moda lain dibatasi. Bahkan, pejabat bahkan presiden sendiri tidak memberikan teladan tentang Batasan mobilitas dan kerumunan ini. Pada tahun 2021, mudik dilarang tetapi arus internasional masih deras khususnya TKA China yang masuk untuk investasi. Seharusnya pemerintah tetap harus bijak. Apabila TKA China masuk, mudik jangan dilarang dikarenakan akan timbulnya kecemburuan sosial.

Excess death merupakan jumlah kematian di atas rata-rata 5 tahun terakhir. Terjadi peningkatan kematian pada saat pandemic yang mencapai rata-rata 3.500.000 kasus di dunia. Pada pandemic ini angka harapan hidup berkurang, namun grafik masyarakat terdampak COVID-19 di Indonesia menurun dikarenakan adanya vaksinasi yang diberlakukan. Test covid Jakarta memang sudah cukup tetapi untuk wilayah lain kurang sehingga diambil patokan dari sana. Seharusnya 38600/hari di test maka presentasi makin kecil. Test antigen tidak bisa berdiri sendiri, harus dengan PCRjuga . Disiplin protkes melonggar, jumlah testing menurun, banyak kegiatan berkerumun, cakupan vasinasi, mutasi virus yang terjadi di negara India. Orang yang tidak divaksin mendapatkan resiko kematian 50x lipat lebih besar untuk terkena viris. Virus mutasi lebih mudah menyebar tapi tidak ganas. Semua orang bisa melakukan kegiatan asal melakukan peraturan

Pemberlakuan lockdown pada saat ini itu tidak aka nada dampaknya karena virus tersebut sudah menyebar. Hanya saja pada bidang kesehatan, saat ini kita harus melakukan protokol kesehatan seiring pemberian vaksinasi yang harus selalu berjalan. Sedangkan, pada bidang ekonomi apabila terjadi lockdown kembali sudah tidak bisa terkendali dikarenakan akan terjadi pendapatan kosong sehingga menimbulkan masalah baru lagi.

Pandemi covid19 memberikan dampak buruk perekonomian dengan rata-rata sampai -3,3% dan meningkatkan angka kamatian hingga 3 juta 500 kasus di seluruh dunia, sehingga pembatasan mobilisasi dan mudik saat hari raya merupakan solusi yang tepat untuk menurunkan kasus terinfeksi. Namun hal tersebut berdampak terhadap perekonomian, dikarenakan kebutuhan konsumsi dan potensi ekonomi yang lain menurun.

Mudik atau pulang ke kampung halaman sebenarnya sangat membantu memulihkan kembali perekonomian yang sempat jatuh dengan menaikkan angka konsumsi, penukaran mata uang, pemerataan pendapatan dan beberapa komponen lainnya. Vaksinasi yang dilakukan juga menekan angka kenaikan kasus yang cukup efektif. Sehingga mudik ini untuk siapa? Tentu saja untuk kita semua.

 

Berita Acara: ACT #1

AFTER CAMPUS TRAINING #1

BEM FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan After Campus Training (ACT) #1 yang diikuti oleh mahasiswa UNY terkhusus mahasiswa FMIPA. Sabtu, 22/5/21 secara online, para mahasiswa mendapatkan materi tentang pembuatan CV yang disampaikan oleh Kak Talita Zulmi, S.Psi. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua BEM FMIPA UNY 2021.

Pada sesi penyampaian materi, Kak Talita Zulmi, S.Psi. menyampaikan bahwa ada tujuh poin penting dalam pembuatan CV. Poin pertama yang perlu diperhatikan adalah foto yang dilampirkan. Foto yang dilampirkan dalam CV harus terlihat jelas dan sesuai dengan konteks. Poin kedua adalah basic information yang berisi alamat, nomor telepon, dan alamat email. Selanjutnya adalah rangkuman profil yang berisikan deskripsi diri singkat. Poin kelima adalah social media information. Dalam penulisan CV juga dianjurkan menuliskan akun social media karena terkadang HRD juga melihat akun social media pelamar sebagai pertimbangan penilaian. Poin selanjutnya adalah ketertarikan skill set dengan pekerjaan yang dilamar.

Poin terakhir yaitu dalam membuat CV harus simple namun lengkap.  Setelah penyampaian materi dari Kak Talita Zulmi selesai, dilanjutkan ke sesi tanya jawab. Para peserta cukup aktif dalam sesi Tanya jawab ini. Salah satu peserta bertanya mengenai seberapa penting attitude dalam penilaian HRD. Kak Talita menjawab, dalam penilaian HRD terdapat 3 poin penting yang memiliki bobot masing-masing yaitu knowledge 20%, skill 20%, dan attitude 60%. Hal ini menunjukkan bahwa attitude sangat penting dalam penilaian HRD. Kak Talita juga menambahkan bahwa ketika menulis CV harus jujur dan bijak dalam menuliskan skill set.

 

MIPA Bersuara #2: Larangan Mudik untuk Siapa?

Rilis Kajian: Mipa Bersuara #2

Latar Belakang

Mudik atau pulang ke kampung halaman sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia ketika menjelang datangnya hari raya. Banyaknya perantau di Indonesia, menyebabkan ramainya pemudik yang memutuskan untuk pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahim bertemu dengan sanak saudara setiap mendekati hari raya. Selain untuk silaturahim, para pemudik biasanya memiliki beberapa tujuan lain di kampung halaman seperti membeli oleh-oleh atau makanan khas kampung halaman yang dirindukan, dan lain sebagainya.

Namun, ada yang berbeda pada hari raya sejak tahun lalu. Pandemi COVID-19 yang masih berlalu mengakibatkan pemerintah harus mengeluarkan peraturan mengenai larangan mudik saat hari raya. Hal ini memancing berbagai reaksi tentnya, ada pro-kontra terkait kebijakan pemerintah ini.

Disisi lain pro-kontra tersebut, ada ketidakjelasan terkait kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Pemerintah yang melarang adanya mudik, tetapi mengizinkan WNA masuk, membiarkan tempat-tempat perbelanjaan ramai tanpa protokol kesehatan, bahkan ajakan untuk meramaikan tempat wisata. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan bagi masyarakat, lalu sebenarnya bagaimana keseriusan pemerintah dalam menanggapi pandemi ini? Apakah kebijakan yang dikeluarkan ini juga mempertimbangkan faktor ekonomi sehingga seolah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah nampak tidak jelas.

 

Kajian

Peraturan Larangan Mudik 2021

Dikutip dari SE Satgas No 13 Tahun 2021, larangan mudik ini berlaku mulai tanggal 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021 dan ditujukan untuk pegawai ASN, pegawai BUMN/BUMD, prajurit TNI, anggota Polri, pekerja swasta, pekerja sektor informal, serta masyarakat umum. Larangan perjalanan orang selama hari raya ini juga memiliki pengecualian untuk perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi oleh dua orang keluarga.

Bagi yang masuk dalam pengecualian larangan perjalanan orang selama hari raya tersebut, tetap diwajibkan melampirkan dokumen Surat Izin Keluar/Masuk(SIKM) serta surat keterangan negatif COVID-19 dengan tes RT-PCR/ rapid test/ tes GeNose C19.

Selain mengatur larangan perjalanan orang selama hari raya, SE Satgas No 13 tahun 2021 juga mengatur tentang kegiatan ibadah selama hari raya. anjuran menerapkan protokol kesehatan di tempat pariwisata, tempat ibadah, atau tempat perkumpulan sosial lainnya, serta pembatasan kegiatan sosial tingkat rumah tangga sepertu perkumpulan rumah tangga, perayaan keagamaan, pertemuan rutin, dan lain sebagainya.

Berdasarkan peraturan ini muncul banyak pertanyaan di tengah masyarakat, dari sekian banyak hal yang diatur dalam peraturan ini, hanya aturan larangan perjalanan orang selama hari raya yang mendapat tindak lanjut serta penanganan serius. Sedangkan dapat kita jumpai pusat-pusat perbelanjaan, cafe, tempat rekreasi, dan lain sebagainya yang selalu ramai, tanpa adanya penerapan protokol kesehatan, tetapi tidak ada tindak lanjut dari pihak terkait.

 

Masuknya WNA Dimasa Larangan Mudik Hari Raya

Selain itu, peraturan larangan perjalanan orang selama hari raya juga dirasa tidak adil oleh masyarakat, sebab para pemudik dicegat, diarahkan untuk putar balik, tetapi membiarkan WNA yang terus masuk ke Indonesia menggunakan pesawat charteran.

Masuknya WNA ini terus menjadi sorotan masyarakat, sebab pada 24 April 2021, terdapat 153 WN India yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dan 12 diantaranya dinyatakan positif COVID-19 dengan mutase terbaru dari negara asalnya, India. Pada tanggal 25 April 2021 pemerintah mengeluarkan larangan bagi WN India untuk masuk ke Indonesia, tetapi nyatanya setelahnya masih banyak berdatangan WN India secara terus menerus. Pada tanggal 6 Mei 2021 masih juga terdeteksi adanya 49 WN India masuk Indonesia dan dinyatakan positif COVID-19. Tak hanya itu, bahkan WN China terus berdatangan ke Indonesia dengan menggunakan pesawat charteran, yang ternyata WN China tersebut merupakan TKA yang akan bekerja di Indonesia. Menurut info terbaru, ada 2 TKA China yang terdeteksi COVID-19. Kedatangan TKA China ke Indonesia ini tergolong sangat deras bahkan Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi mengatakan masuknya TKA ini tidak perlu dipermasalahkan. Pasalnya, para TKA ini masuk karena memang investor yang menjalankan proyek tersebut berasal dari China.

Ia menambahkan “Kalau kita suka mempermasalahkan investasi asing karena motif politik, jangan menyesal kalau nanti para investor hengkang,” kata Jodi, dikutip dari detikcom, Rabu (12/5/2021). Pernyataan ini tentunya semakin memancing respon dari masyarakat, sebab TKA ini datang ke Indonesia di tengah adanya peraturan larangan mudik, banyak masyarakat merasa terkhianati sebab pemerintah seolan lebih menganakemaskan TKA atas dalih Investasi dibanding dengan Warga Negara Indonesia sendiri.

Kerumunan Pusat Perbelanjaan

Di tengah upaya pemerintah menekan laju penularan COVID-19 dengan melarang masyarakat mudik, ramainya pasar Tanah Abang dan sejumlah pusat perbelanjaan menjadi momok baru lantaran berpotensi menimbulkan lonjakan kasus COVID-19.

Di tengah kerumunan masyarakat yang asyik berbelanja, protokol kesehatan seperti menjaga jarak diabaikan. Masyarakat terlihat tak ragu berdesak-desakan dan berjejalan di dalam pasar Tanah Abang untuk berbelanja pakaian Lebaran.

Dampaknya, Jelang Lebaran Idul Fitri 2021 di tengah pandemi Covid-19, mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan meningkat. Dalam data terbaru dari Satgas COVID-19 periode 28 April hingga 5 Mei 2021 mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan di 31 provinsi meningkat sebesar 24,60 persen. lima provinsi di Indonesia mencatat mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan tertinggi. Yaitu, Maluku Utara 84 persen, Bengkulu 53 persen, Sulawesi Tenggara 51 persen, Sulawesi Barat 50 persen, dan Gorontalo 50 persen.

Sementara 29 provinsi lainnya memiliki mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan di bawah 45 persen. Yakni, Sumatera Barat 42 persen, Kalimantan Utara 40 persen, Lampung 40 persen, Jambi 40 persen, Sulawesi Tengah 40 persen dan Sulawesi Selatan 38 persen. Kemudian Papua Barat 35 persen, Maluku 34 persen, Jawa Tengah 34 persen, Jawa Barat 33 persen, Aceh 32 persen dan Nusa Tenggara Timur 31 persen. Berikutnya, Nusa Tenggara Barat 31 persen, Kalimantan Timur 31 persen, Kalimantan Tengah 30 persen, Jawa Timur 30 persen, Kepulauan Bangka Belitung 26 persen dan Sulawesi Utara 24 persen.

Selanjutnya, Riau 24 persen, Sumatera Utara 23 persen, Banten 23 persen, Kalimantan Selatan 22 persen, Papua 15 persen, DKI Jakarta 14 persen, Kepulauan Riau 13 persen dan DI Yogyakarta 6 persen. Kalau kita lihat rata-rata provinsi mengalami kenaikan 11 persen pada tujuh hari terakhir dengan rentang kenaikan paling kecil tiga persen dan paling tinggi bahkan mencapai 40 persen.

 

Dampak Kesehatan dan Ekonomi

Adanya larangan mudik dari pemerintah ini tentunya memberikan berbagai dampak, terutama dari sisi ekonomi serta kesehatan yang kerap kali menjadi sorotan masyarakat serta para ahli. Dari sisi ekonomi, pelaksanaan mudik tentunya memberikan beberapa keuntungan, dan adanya larangan mudik ini tentunya sedikit banyak berpengaruh pada pelemahan pergerakan ekonomi. Sedangkan dari sisi kesehatan, adanya larangan mudik diharapkan dapat menekan laju penyebaran COVID-19, dan jika pelaksanaan mudik diizinkan maka dikhawatirkan akan semakin meningkatkan laju penyebaran COVID-19.\

Dari sisi ekonomi, pelaksanaan mudik tentunya dapat menghidupkan sektor transportasi yang lesu di masa pandemi ini, tetapi dengan adanya larangan mudik tentu akan mematikan sektor transportasi. Pelaksanaan mudik juga akan meningkatkan kunjungan wisatawan dan meningkatkan belanja masyarakat, hal ini tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dikutip dari liputan6.com, Mentri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksikan bahwa jumlah pemudik pada tahun 2019 mencapai 23 juta. Jumlah pemudik yang sedemikian fantastis tentu akan sangat menghidupkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Namun, dari sisi kesehatan dengan jumlah pemudik yang sedemikian besar tentunya akan sangat mengkhawatirkan karena dapat mempercepat penyebaran COVID-19. Secara umum, aktivitas mudik berpotensi membawa COVID-19 dari wilayah perkotaan ke perdesaan. Masyarakat perdesaan yang selama ini dikenal relatif lebih aman dari penularan COVID-19, berpotensi terpapar. Kondisi ini justru kontra produktif dari upaya pemerintah untuk menekan laju penyebaran COVID-19. Sikap dan kesadaran untuk tidak mudik saat ini jauh lebih aman demi kebaikan bersama dan demi upaya pemutusan rantai penularan COVID-19. Mudik juga berpotensi mengakibatkan lockdown dengan asumsi bahwa ada potensi peningkatan kasus terkomfirmasi positif karena mobilitas yang tinggi. Bukan tidak mungkin, pemerintah akan melakukan pembatasan skala kecil atau besar agar kasus terkomfirmasi COVID-19 dapat dikendalikan. Jika kondisi tersebut benar terjadi, justru akan merugikan masyarakat secara luas. Semua elemen masyarakat akan terdampak. Sampai saat ini, jumlah terkomfirmasi positif COVID-19 di Indonesia sudah mulai menurun. Tentunya pemerintah tidak berharap kasus COVID-19 kembali meningkat.

Solusi

Memang WNA masuk Indonesia sudah sesuai konstitusi yang belaku tetapi WNI yang mudik merasa bahwa pemerintah pilih kasih dan seolah tidak konsisten dengan peraturan yang telah dibuatnya. Pemerintah sepatutnya dapat dengan tegas membatasi WNA masuk indoensia selama masa pelarangan mudik hari raya ini jika pemerintah memang serius ingin menekan laju penyebaran COVID-19 di Indonesia sesuai dengan peraturan yang telah dikeluarkan, karena peraturan dibuat untuk ditaati bersama, bukan dibuat untuk ditaati WNI dan dapat ditoleransi untuk WNA, jika yang terjadi demikian maka akan sangat tidak adil bagi WNI, serta peraturan yang dibuat oleh pemerintah seolah-olah nampak sia-sia.

Adanya kasus kerumunan pada pusat perbelanjaan merupakan bukti bahwa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang dikeluarkan oleh pemerintah berdasarkan pada Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 03 Tahun 2021 belum berhasil. PPKM bisa dikatakan berhasil apabila masyarakat dapat mengubah perilaku sehingga mampu membedakan kepentingan esensial yang mengharuskan keluar rumah dan mana yang tidak diperlukan. Kalaupun keluar menggunakan masker dan menjaga jarak aman yang sudah ditetapkan.

Adanya larangan mudik ini memang akan sedikit mengganggu pertumbuhan ekonomi, tetapi akan sangat efektif dalam menekan laju penyebaran COVID-19 ini dan tentunya kesehatan lebih utama daripada ekonomi. Namun, pemerintah perlu tegas dan konsisten pada peraturan yang sudah dibuat, sifat tidak konsisten pemerintah ini justru dapat menyebabkan peraturan yang diharapkan dapat menekan laju penyebaran COVID-19 ini seolah sia-sia, dan dapat merugikan dari sektor ekonomi dan kesehatan karena mudik yang dilarang, tetapi pemerintah yang tidak tegas dalam penerapan peraturan sehingga menyebabkan masih banyak terjadi kerumunan. Oleh karena itu, pemerintah harus tegas, konsisten, komunikatif, serta saling bersinergi dengan petugas terkait, juga berbagai elemen masyarakat.

 

Daftar Pustaka

Septian Deny. 2019. Jumlah Pemudik 2019 Diperkirakan Capai 23 Juta Orang. Liputan6.com [Internet]. Diakses 12 Mei 2021. Tersedia pada: https://www.liputan6.com/bisnis/read/3971221/jumlah-pemudik-2019-diperkirakan-capai-23-juta-orang#:~:text=Liputan6.com%2C%20Jakarta%20%2D%20Menteri,akan%20mencapai%2023%20juta%20orang.\

Satgas COVID-19. 2021. SE Satgas Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Corona Virus Disease-19 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H. Diakses 12 Mei 2021. Tersedia pada:
https://covid19.go.id/p/regulasi/se-kepala-satuan-tugas-nomor-13-tahun-2021

Ika Defianti. 2021.  Larangan WNA dari India Masuk Indonesia Berlaku Mulai 25 April 2021. Merdeka.com [Internet]. Diakses 12 Mei 2021. Tersedia pada:
https://www.merdeka.com/peristiwa/larangan-wna-dari-india-masuk-indonesia-berlaku-mulai-25-april-2021.html#:~:text=Larangan%20WNA%20dari%20India%20Masuk%20Indonesia%20Berlaku%20Mulai%2025%20April%202021,-Penanganan%20Kedatangan%20Penumpang&text=Merdeka.com%20%2D%20Ketua%20Komite%20Satgas,Covid%2D19%20di%20negara%20tersebut.

Monica Wareza. 2021. Jubir Luhut: Jangan Benci TKA, Nanti Investor Kabur. CNBCIndonesia.com [Internet]. Diakses 12 Mei 2021. Tersedia pada:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20210512134301-4-245233/jubir-luhut-jangan-benci-tka-nanti-investor-kabur

Teguh Firmansyah. 2021. Ini Kondisi Terakhir 2 WN China yang Positif Covid. Republika.co.id [Internet]. Diakses 15 Mei 2021. Tersedia pada:
https://www.republika.co.id/berita/qssgfi377/ini-kondisi-terakhir-2-wn-china-yang-positif-covid

 

Berita Acara: Science Talk #1

Berita Acara: Science Talk #1

Departemen Penalaran dan Lingkungan BEM FMIPA UNY menyelenggarakan acara Science Talk#1 pada hari Minggu, 2 Mei 2021. Science Talk#1 diselenggarakan dalam rangka memperingati hari pendidikan, peserta yang hadir dari berbagai lini masyarakat, mulai dari mahasiswa, masyarakat umum, hingga pendidik atau Bapak/Ibu guru. Selain itu, acara ini diselenggarakan sebagai wadah diskusi untuk membahas berbagai persoalan tentang pendidikan di masa pandemi, dengan adanya diskusi diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Mahasiswa FMIPA UNY dan masyarakat umum terkait proses pembelajaran secara daring maupun tatap muka di masa pandemi Covid-19. Selain itu, dengan adanya acara ini pengetahuan akan terus berkembang sehingga tidak memberikan dampak yang buruk, tetapi memberikan suatu kebermanfaatan bagi semua bidang kehidupan. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 150 peserta melalui platform zoom meeting dan juga dihadiri Bapak Dr. Ali Mahmudi (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA UNY).

Science Talk#1 kali ini mengusung tema “Efektifkah Pembelajaran Tatap Muka di Saat Pandemi?”. Acara ini menghadirkan dua pemateri yakni Bapak Dr. Slamet Suyanto, M.Ed. (Dosen Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNY) dan Saudara Fadly Ryan Wicaksana (Menteri Kajian Eksternal BEM KM UNY 2021). Kedua pembicara tersebut menyampaikan materi dari sisi seorang pendidik (Dosen) dan seorang yang dididik (mahasiswa) sehingga peserta mampu melihat dampak dan keluhan yang dialami ketika pandemi covid 19 dari kedua sisi. Diskusi berjalan baik karena banyak pertanyaan yang masuk, selain itu peserta juga menanggapi pertanyaan dari peserta lain.

Pemateri pertama adalah Bapak Dr. Slamet Suyanto, M.Ed menyampaikan penelitian beliau mengenai Studi Evaluatif Pelaksanaan Pembelajaran Online Selama Pandemi Covid 19 dan Face to Face Learning, selain itu beliau juga melihat pembelajaran online dari segi ekonomi masyarakat yaitu berdasarkan survei, 92% pelajar mengalami kesulitan belajar online, beliau melakukan penelitian ke pendidik dari beberapa mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Pertanyaan-pertanyaan beliau dalam penelitiannya secara garis besar untuk mengetahui penguasaan materi yang sampai ke anak didik maupun penguasaan media pembelajaran dari guru/pendidik. Beliau juga menyampaikan terkait media yang menarik, gratis atau berbayar, dan sesuai dengan jenjang anak didik, contohnya berupa Learning Management System Moodle, Google Classroom, Gmeet, Zoom Meeting, Ruang Guru dan lain-lain. Pada pemateri pertama ini, banyak pertanyaan masuk seputar bagaimana mengajar yang sesuai saat pandemi, bagaimana jika mempelajari materi praktik, bagaimana cara menyampaikan nilai afektif ke peserta didik dll.

Pemateri kedua adalah Saudara Fadly Ryan Wicaksana, beliau menyampaikan terkait pembelajaran jarak jauh menilik dari segi siswa maupun mahasiswa bahwa pembelajaran jarak jauh menimbulkan dampak yaitu kesehatan mental dan fisik bagi peserta didik, berdasarkan yang beliau kaji pembelajaran jarak jauh memberikan tekanan yang berat bagi siswa, terlebih dengan tugas-tugas yang terus diberikan oleh pendidik, selain itu dampak pembelajaran jarak jauh berdampak ke orangtua siswa karena diharuskan menggantikan peran guru dalam mengawasi proses belajar anak secara langsung. Selain itu beliau menyampaikan terkait kemerataan subsidi kuota belajar untuk masyarakat pelosok yang jangkauan sinyalnya buruk. Lalu membahas mengenai vaksinasi khusus tenaga pendidik dan uji coba proses pembelajaran tatap muka terlebih dahulu sebelum benar-benar dilaksanakan pembelajaran tatap muka.

 

Berita Acara Workshop Kewirausahaan Batch 1

Berita Acara Workshop Kewirausahaan Batch 1

Biro Kewirausahaan BEM FMIPA UNY menyelenggarakan Workshop Kewirasuhaan Batch 1 pada Sabtu, 17 April 2021. Workshop ini diselenggarakan khusus untuk anggota BEM FMIPA UNY 2021 guna meningkatkan bakat dan minat anggota untuk menjadi wirausahawan. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 40 mahasiswa/i dari anggota BEM FMIPA UNY 2021 melalui platform zoom meeting.

Kegiatan ini mengusung tema “Start Your Action, to be a Great Millenial Entrepeneur”. Diharapkan anggota BEM FMIPA UNY dapat memulai sebuah usaha agar menjadi wirausaha yang besar. Dalam kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yakni Ibu Nur Aeni Ariyanti, MP., M.Agr., Ph.D selaku pembina UKMF MCC FMIPA UNY dan Yulisa Ratih Istiana mahasiswa Pendidikan Biologi selaku Direktur CV Barengan Karya Indonesia. Pemateri yang hebat membuat antusias peserta semakin bertambah terlihat  pada banyaknya pertanyaan yang diajukan.

Pada pemateri pertama, Nur Aeni Ariyanti, MP., M.Agr., Ph.D  menyampaikan bahwa  untuk memulai suatu usaha dapat dilakukan kapan saja. Sebuah ide dapat ditemukan dari permasalahan di sekitar kita. Tak hanya itu, beliau juga menegaskan bahwa kunci sukses jangan mengikuti gaya hidup. Walapun penghasilan sudah bertambah tetapi gaya hidup tidak boleh berubah. Belilah suatu barang sesuai kebutuhan dan tidak hanya mengikuti trend saja. Dalam pemaparan materi, juga diselipkan sosialisai mengenai Program Mahawasiswa Wirausaha.

Pada pemateri kedua, Yulisa Ratih Istiana  menyampaikan bahwa wirausaha merupakan jalan pintas kita untuk memperkaya diri dan lingkungan sekitar. Wirausaha dapat disesuaikan oleh hobi dan profesi kita yaitu dapat diimplementasikan dalam bentuk aplikasi, komik, buku, dll. Beliau juga menjelaskan alasan mengapa harus memulai bisnis dan bagaimana cara mengimplementasikannya. Bisnis dapat dimulai dengan mencari trend produk dan alasan produk harus ada. Selanjutnya bagimanan cara memasarkan produk yaitu dapat diawali dengan branding yakni branding diri sendiri dan produk. Branding produk dapat dilakukan dengan digital marketing yaitu dengan membuat iklan di sosial media.

Berita Acara LKMM-TD 2021

Berita Acara LKMM-TD 2021

FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingat Dasar (LKMM-TD) 2021 yang diikuti oleh pengurus ormawa dan mahasiswa FMIPA. Jumat, 2/4/21 di fakultas setempat. Para mahasiswa mendapatkan materi tentang Optimalisasi Kegiatan Ormawa untuk Pengembangan Life-skills yang disampaikan oleh Rio Christy Handziko, M.Pd. dan materi Manajemen Perubahan yang disampaikan oleh Dr. Pujianto, S.Pd. M.Pd. Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Ketua BEM FMIPA UNY, Wakil Dekan Kemahasiswaan FMIPA UNY dan Dekan FMIPA UNY.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA, Prof. Dr. Ariswan, M.Si., beliau menyampaikan, para peserta akan mendapatkan ilmu baru selain yang telah diajarkan dosen. Latihan diberikan karena semua adalah orang hebat di fakultas ini. Ketika kehidupan sudah menuju kehidupan individualis, masyarakat semakin jauh dari kepedulian, maka mahasiswa mempunyai kepedulian melalui organisasi mahasiswa. “Akumulasi dari pengetahuan akan menuntun kita dalam menghadapi perjalanan masa depan untuk mencapai kesuksesan. Kegiatan ini menjadi awal sebuah perjalanan kemahasiswaan periode 2021 untuk menuju keberhasilan,” tegas Dekan.

Beliau menambahkan, ormawa adalah penyambung lidah dan penyambung tangan dekan, apa yang diperlukan mahasiswa FMIPA sehingga menjadi lebih hebat. Mahasiswa harus mampu memberikan peran yang nyata karena di era revolusi industry 4.0 akan berada di era kampus merdeka. Saat ini UNY sedang merumuskan implementasi kampus merdeka.

Sementara itu, Dr. Ali Mahmudi selaku Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA menjelaskan, ada kecenderungan pertumbuhan industri yang mekanistik, ternyata banyak dampaknya dan ada sisi-sisi kemanusiaan yang hilang. Kita butuh industry terbaru yaitu 5.0 yaitu the human interest. Ketika handphone (HP) sudah mewarnai kehidupan kadang dianggap sudah cukup mewakili apapun. Contohnya bertukar kabar dengan orang tua, meski sudah bertukar kabar lewat HP, orang tua tetap ingin diajak mengobrol dan didengarkan. Maka orang butuh literasi, dan literasi jauh lebih penting daripada sekadar keterampilan berfikir..

Kemudian, pada materi pertama, Rio Christy Handziko, M.Pd. menyampaikan bahwa kecakapan hidup dikelompokkan menjadi dua, yaitu Generic Life Skills (GLS), dan Specific Life Skills (SLS). Dalam hidup, kita perlu meningkatkan kecakapan hidup kita (Mastery Life Skills) yang dapat dimulai dari minat, mencari referensi dan partner, kemudian focus dan perbanyak latihan. Selain itu beliau juga menambahkan terkait personal branding, bahwa hal tersebut membantu kita untuk bisa dilihat dan dinilai oleh orang lain, sehingga orang yang membutuhkan dapat melihat potensi kita.

Pada materi kedua, Dr. Pujianto, S.Pd. M.Pd. menyampaikan bahwa perubahan dalam organisasi diperlukan satu pengelolaan perubahan agar proses dan dampak dari perubahan tersebut dapat diarahkan pada titik perubahan yang positif. Beliau juga menjelaskan terkait fungsi manajemen yang terdiri dari planning, organizing, actualing, controlling. Beliau juga menambahkan bahwa hakikat kehidupan adalah tumbuh dan berkembang atau dapat disebut “Perubahan”.

Keesokan harinya (3/4/2021), dilanjutkan kembali acara LKMM-TD 2021. Pada hari kedua, acara ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang telah siap mendapatkan materi mengenai manajemen organisasi. Materi ini disampaikan oleh Muhammad Adnan Fatron, BA. IR yang biasa dipanggil “Kang Adnan”. Beliau merupakan seorang People Development Trainer, Life Planning Consultant, dan juga founder dari @mudainspiratif.co.id.

Materi yang disampaikan berupa bagaimana cara untuk memanejemen organisasi pada saat kuliah dengan baik. Cara menghadapi masalah-masalah yang muncul pada saat beroganisasi juga disampaikan oleh beliau. Beliau juga menyampaikan beberapa wejangan atau nasehat bagi para peserta khususnya para generasi muda penerus bangsa. Nasehatnya adalah mengingatkan para generasi muda untuk tetap berada dijalan yang benar demi masa depan yang baik.

Setelah penyampain materi dari Kang Adnan selesai, dilanjutkan ke sesi tanya jawab. Salah satu peserta bernama bertanya kepada Kang Adnan tentang bagaimana menghadapi rekan-rekan di organisasi yang individualis dan ketika diberi tugas, dikerjakan sendiri. Kang Adnan menjawab, cara mengatasinya adalah dengan cara mendekati orangnya terlebih dahulu dan mengetahui bagaimana sifat orang tersebut. Acaranya selanjutnya adalah pembekalan Hackathon dan fasilitator bagi para peserta dilanjutkan dengan pengumuman penugasan video bagi peserta.

Dalam rangkaian acara LKMM-TD 2021, terdapat kegiatan hackathon. Hackathon ini berjalan selama 6 hari dimulai pada hari Minggu, 4 April 2021 sampai Jumat, 9 April 2021. Hackathon pada tahun ini mengambil 6 bidang yaitu pendidikan, kesehatan, sosial, sains dan teknologi, ekonomi, serta lingkungan. Peserta dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing memiliki topik yang berbeda. Kelompok-kelompok tersebut terdiri dari 3 kelompok pendidikan, 1  kelompok kesehatan, 2 kelompok ekonomi, 2 kelompok saintek, 1 kelompok sosial, dan 1 kelompok lingkungan. Masing-masing kelompok diberi tugas untuk mengangkat permasalahan yang sesuai dengan bidangnya lalu mencari solusi berupa rancangan aplikasi atau rancangan aksi yang dituangkan ke dalam BMC (Business Model Canvas). Selama kegiatan hackathon ini, peserta  didampingi oleh fasilitator di masing-masing kelompok. Fasilitator-fasilitator tersebut berasal dari 3 lembaga dengan rincian sebagai berikut:

  1. ABP Inkubator AMIKOM
  2. Eli Pujastuti
  3. Arvin Claudy Frobenius
  4. Donni Prabowo
  5. Master Trainer
  6. Yulisa Ratih Istiana
  7. Rositta Norma Dewi
  8. Helmi Yana Putri, S.P.
  9. Big Edu Indonesia
  10. Deski Dyansyah
  11. Muhammad Alfhi Saputra
  12. Nurkholifatul Maula
  13. Rodhiyah Nur Zulaikhoh, S.E.

Kegiatan hackathon dibagi dalam 3 sesi, sesi pertama berisi pembekalan awal oleh fasilitator, sesi kedua berisi konsultasi ide oleh peserta, dan sesi ketiga berisi finalisasi proyek oleh peserta. Hasil dari kegiatan hackathon yang berupa BMC tadi akan di presentasikan di hari terakhir yaitu Sabtu, 10 April 2021.

Hari kesembilan LKMMTD di laksanakan pada hari Sabtu, 10 April 2021. Acara dimulai dengan pembukaan pada pukul 09.15 dilanjutkan dengan presentasi kelompok di depan fasilitator yang dilakukan di dalam breakout room masing-masing. Presentasi 10 kelompok dinilai oleh juri yang merupakan fasilitator dari kelompok lain. Presentasi berlangsung dalam 30 menit yang di sertai oleh komentator juri. Presentasi dari 10 kelompok di ambil 3 kelompok terbaik yang akan dinilai kembali oleh 3 perwakilan juri yang berlangsung selama 1 jam. Dari 10 kelompok  3 kelompok terbaik yaitu kelompok 4, kelompok 9, dan kelompok 6. Waktu penjurian top 3  berlangsung selama  10 menit presentasi dan 10 menit tanya jawab. Kelompok pertama untuk presentasi yaitu kelompok 4 yang mempresentasikan karya  di bidang  pendidikan berupa  “Moni-study (Monitoring study)”. Setelah itu, dilanjutkan oleh kelompok kedua yaitu kelompok 6 yang mempresentasikan karya di bidang kesehatan berupa  “Lilin Aroma Terapi Pereda Stress dari Minyak Jelantah”. Kelompok terakhir yaitu kelompok 9 yang mempresentasikan karya di bidang sosial budaya berupa “Eco Craft Yogyakarta”.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi personal branding oleh Kak Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., MSIPh.  Beliau menyampaikan bahwa personal branding era ini sangat diperlukan karena menjadikan kita dapat memperluas koneksi, kolaborasi, kepercayaan diri serta kepercayaan orang lain ke kita. Personal branding di mulai dengan mengenali diri sendiri, mengenali kelemahan dan kekurangan diri. Selain itu, menenentukan target masa depan yang memacu kita untuk bersemangat meraih kesuksesan dengan branding yang kita miliki. Jika kita bertemu dengan orang yang sefrekuensi, alangkah baiknya untuk membangun strategi untuk mencapai target yang sudah di rencanakan. Strategi personal branding yang bisa dilakukan untuk diri kita adalah untuk mau memulai, mencoba, dan berani keluar dari zona nyaman.

Redaksi Rakernas ILMMIPA

Redaksi Rakernas ILMMIPA

Tanggal Pelaksanaan : Sabtu, 10 April 2021

Perwakilan dari BEM FMIPA UNY 2021 :

  1. Amri Shabirin (Ketua BEM FMIPA UNY 2021)
  2. Muhammad Taufiq Nurdien (Kabir Humas BEM FMIPA UNY 2021)
  3. Elang Seta Wiratama (Staff Humas BEM FMIPA UNY 2021)

 

Rakernas ILMMIPA merupakan kegiatan rapat kerja nasional Ikatan Lembaga Mahasiswa Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Adapun Ketua Umum ILMMIPA tahun 2021 adalah Kahadruddin HSN DM dari Universitas Riau. Karena adanya pandemi Covid-19 maka kegiatan rakernas dilaksanakan secara daring melalui media zoom pada hari Sabtu, 10 April 2021 dan dihadiri oleh 62 peserta. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui  program kerja yang akan dilaksanakan pada satu tahun kedepan. Dalam ILMMIPA ada 6 Divisi sebagai berikut:

  • Divisi Penelitian dan Pendidikan,
  • Divisi Sosial Masyarakat,
  • Divisi Kewirausahaan,
  • Divisi Kajian Strategi dan Advokasi,
  • Divisi Media dan Relasi, dan
  • Divisi Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PPSDM).

Kegiatan tersebut di awali dengan perkenalan dan pemaparan program kerja masing masing divisi. Secara garis besar program kerja masing masing divisi dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Divisi Pendidikan dan Penelitian : divisi ini bertanggung jawab pada bidang pendidikan dan penelitian dengan program kerja goresan tinta.
  • Divisi Sosial Masyarakat : divisi ini bertanggung jawab pada pengabdian sosial yang menjadi isu-isu sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
  • Divisi Kewirausahaan : divisi ini bertanggung jawab pada pengembangan kemampuan mahasiswa dalam berwirausaha dengan program kerja membuat jaket ILMMIPA.
  • Divisi Kajian Strategi dan Advokasi : divisi ini bertanggung jawab pada isu isu strategi dan melakukan advokasi dan kesejahteraan kebutuhan dasar dengan program kerja kastrad jalan jalan.
  • Divisi Media dan Relasi: divisi ini bertanggung jawab pada menginformasikan kegiatan ILMMIPA dan melatih skill multimedia.
  • Divisi PPSDM : divisi ini bertanggung jawab pada mengarahkan suber daya mahasiswa untuk mencapai sasaran yang tepat dengan pengembangan minat literasi dan sofskill.

Dokumentasi: