MIPA Bersuara #3: Calon Saintis dan Teknika Butuh Praktikum Offline

MIPA Bersuara #3: Calon Saintis dan Teknika Butuh Praktikum Offline

Kolaborasi departemen Sospol BEM FMIPA UNY dengan departemen Karispol BEM FT UNY

Latar belakang

Sekarang ini, negara-negara di dunia sedang dilanda oleh pandemi COVID-19 termasuk negara Indonesia. Pada tanggal 2 Maret 2020 untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien yang dinyatakan positif COVID-19. Dari pernyataan tersebut sejak diumumkannya kasus pertama di Indonesia pada bulan Maret tahun 2020, Indonesia ditetapkan sebagai salah satu negara yang terpapar oleh COVID-19. Sejak saat itu pula, kegiatan yang bersifat mengumpulkan kerumunan terpaksa dihentikan untuk sementara waktu hingga waktu yang belum diketahui dan kegiatan yang dilakukan secara tatap muka dihentikan untuk sementara waktu termasuk kegiatan dalam dunia pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud) mengeluarkan Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 16962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan Corona Virus Desease (COVID-19).

“Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala siutasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu” (Mudyahharjo, 2001:3) dari definisi tersebut menjelaskan bahwa pendidikan sangat penting bagi kehidupan, hal tersebut menunjukkan siswa dan mahasiswa harus terus melaksanakan pendidikan walau dalam keadaan apapun termasuk pandemi seperti sekarang ini dan dilaksanakan kegiatan pembelajaran secara online atau daring. Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) merupakan alternatif yang digunakan saat ini oleh setiap universitas untuk melakukan proses belajar mengajar secara online atau daring. Pandemi COVID-19 menyebabkan universitas melakukan budaya adaptif. Tiga dimensi dan indikatornya merupakan penciptaan perubahan, fokus pada konsumen atau mahasiswa, dan pembelajaran organisasi. Pertama, penciptaan perubahan dapat dilihat dari cara universitas melakukan segala sesuatu cara yang fleksibel serta mudah dalam menghadapi perubahan dan  kemampuan universitas dalam memberikan tanggapan terhadap perubahan-perubahan lain dalam lingkungan. Kedua, fokus pada konsumen atau mahasiswa dapat dilihat dari pendapat-pendapat dan saran-saran mahasiswa yang bisa menyebabkan perubahan dan semua anggota (universitas) memiliki pemahaman yang dalam terhadap keinginan dan kebutuhan mahasiswa. Ketiga, pembelajaran organisasi dapat dilihat dari universitas melakukan inovasi serta mengambil risiko dan  universitas terus belajar dalam menyikapi perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal maupun internal.

 

Kajian

Pembelajaran Daring Mata Kuliah Praktik
Proses pembelajaran daring tidak hanya untuk mata kuliah toeri, tetapi juga untuk mata kuliah praktik. Kegiatan praktikum di laboratorium akan mempermudah mahasiswa untuk memahami tentang apa yang mereka pelajari. Adanya pandemi COVID-19 kegiatan pendidikan pun ikut terganggu. Pembelajaran praktik merupakan salah satu pembelajaran yang terkena dampak COVID-19. Pembelajaran praktik yang capaian kompetensinya, yaitu meningkatkan ketrampilan dan kompetensi mahasiswa dalam menggunakan peralatan, software dan mengembangkan berbagai projek. Pembelajaran praktikum adalah pembelajaran dimana seorang mahasiswa melakukan pengujian tertentu untuk membuktikan secara mandiri yang didasari acuan atau ketentuan yang sudah berlaku. Pembelajaran praktikum merupakan kegiatan belajar yang mempunyai tujuan supaya siswa dapat menguji dan biasanya dilakukan di laboratorium atau di bengkel. Prakikum dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa bukan hanya materi juga dengan praktikum. Selain itu praktek juga akan mendidik mahasiswa untuk saling menghargai, bekerjasama dan melatih komunikasi yang kelak akan diwujudkan di lapangan kerja.  Pembelajaran praktikum idelanya dilakukan secara luring, karena pandemi maka harus dilakukan secara daring. Hal ini menjadi permasalahan tersendiri mengingat infrastruktur jaringan yang belum merata di berbagai daerah. Banyak mahasiswa yang kesulitan untuk mengakses. Situasi darurat juga membuat sebagian dosen melaksanakan pembelajaran daring seadanya, hanya memberikan tugas, tidak ada interaksi, kesulitan membuat konten digital. Dari permasalahan di atas penulis mencoba mengetahui presespsi mahasiswa tentang pelaksanaan pembelajaran praktikum secara daring.

Pembelajaran praktikum pada pandemi dilakukann secara daring dengan mengacu pada video yang telah disediakan dosen. Pada pembelajaran daring mata kuliah praktik, selain membutuhkan perangkat-perangkat mobile, juga diperlukan perangkat atau peralatan untuk melaksanakan praktikum di rumah sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Praktikum yang identik dengan laboratorium atau bengkel dan alat-alatnya, pengamatan, dan pengambilan data langsung ke lapangan, kini harus dilaksanakan di rumah masing-masing dengan segala keterbatasan. Pembelajaran daring mata kuliah praktik memberikan kesenjangan yang cukup besar dengan aktivitas di ruang publik dalam skala besar tidak memungkinkan mahasiswa untuk dating dan melakukan praktikum di laboratorium. Di sisi lain, praktikum yang melibatkan penggunaan alat dan bahan dengan tingkat keamanan tertentu tidak disarankan untuk dilakukan di tempat lain (selain di laboratorium atau bengkel) termasuk di rumah mahasiswa menjalani aktivitas belajar dari rumah. Hilangnya kegiatan praktikum di laboratorium atau bengkel memberikan dampak yang signifikan pada menurunnya pengalaman mahasiswa dalam melakukan tahapan eksperimen dan penelitian serta keterampilan menggunakan berbagai fasilitas yang ada di laboratorium atau bengkel. Pembelajaran secara online dirasa baik untuk dilakukan pada situasi ini karena untuk menekan kasus covid. Namun, jika dilaksanakan secara online terus menerus tentu akan membuat mahasiswa menjadi bosen dan kurang paham karena cuma mengandalkan video yang diakses di internat. Hal tersebut dapat mengakibatkan pemahaman yang kurang bagus yang dapat berujung pada saat di lapangan kerja tidak tahu/kurang menguasahi praktikum sehingga tidak mendapatkan hasil yang bagus saat bekerja.

 

Media Praktikum Online
Kesenjangan pelaksanaan pembelajaran praktikum menuntut adanya solusi alternatif yang paling mungkin untuk dilakukan yaitu dengan penggunaan media praktikum online yaitu laboratorium dan begkel virtual ataupun menonton video praktikum melalui aplikasi yang sudah tersedia. Alternatif tersebut muncul dalam bentuk pemanfaatan teknologi daring sebagai media pembelajaran. Teknologi daring cenderung dipilih karena merupakan ujung tombak pelaksanaan pendidikan di masa pandemi, relatif mudah, dan dapat menjangkau banyak orang di banyak tempat. Pemanfaatan teknologi daring pada tahap pra praktikum misalnya, mahasiswa dapat membuat dan mengunggah jurnal praktikum yang berisi rancangan percobaan secara rinci ke grup kelasnya masing-masing. Kegiatan pasca praktikum juga dapat dilakukan melalui diskusi terkait analisis data dan simpulan hasil praktikum menggunakan berbagai platform komunikasi online.

Sementara itu, kegiatan inti praktikum dapat disiasati sedemikian rupa, misalnya dengan memberikan data mentah untuk diolah dan video tentang penggunaan alat praktik, instrumen, serta teknik keterampilan praktikum lainnya untuk disimak dan dipelajari oleh mahasiswa di rumah masing-masing. Dalam menunjang pembelajaran jarak jauh, berbagai platform media daring yang banyak digunakan adalah google meet, google classroom, zoom, kahoot, schoology, dan whatsapp Media-media tersebut memiliki fitur tertentu dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Secara umum pada penelitian ini dilakukan analisis efektivitas teknologi daring sebagai media dalam memfasilitasi pembelajaran praktikum. Wurianto (2019) berpendapat bahwa pembaharuan media pembelajaran yang digunakan saat ini merupakan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang mempunyai tujuan untuk merubah penggunaan media yang konvensional ke arah penggunaan media pembelajaran yang lebih canggih sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi saat ini di era revolusi 4.0 maupun society 5.0. Dalam era revolusi 4.0 pendidikan di Indonesia harus mampu melakukan perubahan yang lebih maju ke dalam pembelajaran dengan cara memanfaatkan teknologi digital, maka apabila praktikum nyata tidak dapat dilaksanakan di laboratorium maka dapat diganti dengan bantuan aplikasi praktikum virtual yang harapannya dapat digunakan secara efektif untuk melaksanakan praktikum secara virtual.

 

Survey Media Praktikum Online
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Depertement Sospol BEM FMIPA UNY  dan Depertement Karispol BEM FT UNY kepada seluruh mahasiswa UNY Fakultas Matetmatika Ilmu Pengatahuan Alam dan Fakultas Teknik yang berjumlah lebih dari 300 responden menunjukkan bahwa banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam melakukan praktikum dari   dan metode praktikum serta media yang digunakan berbeda. Beberapa diantara mereka ada yang melalui video praktikum, video teleconference dan ada juga yang diganti dengan tugas mengkaji jurnal dan literatur lainnya. Hasil survey menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengikuti praktikum online. Kesulitan yang paling sering mereka alami yaitu mengenai alat dan bahan yang dibutuhkan untuk praktikum. Kebanyakan mereka memaparkan bahwa terkadang sulit mendapat alat dan bahan yang dibutuhkan untuk praktikum. Beberapa dari mereka harus menempuh perjalanan yang jaraknya jauh dari tempat tinggal mereka dan ada juga yang membeli secara online sehingga mereka harus mengeluarkan biaya untuk kebutuhan praktikum mereka dan malah tekesan boros. Responden juga memaparkan bahwa alat dan bahan yang tidak maksimal ini membuat proses pengerjaan praktikum dan hasilnya menjadi tidak maksimal pula.

 

 

DIAGRAM RESPON KULIAH PRAKTIKUM

Disamping itu, Banyak mahasisawa yang kesulitan melakukan praktikum atau memehami praktikum akan membuat hasil atau nilai IPK mata kuliah praktikum tersebut menjadi jelek sehingga akan mempengaruhi masa depan karena nilai yang kurang baik saat kuliah ketika melamar kerja. Praktikum daring akan memberatkan mahasiswa karena mengharuskan mengeluarkan biaya praktik sendiri tanpa ada bantuan dari kampus sedangkan pembayaran UKT tetap penuh. Banyak mahasiswa yang belum pernah melakukan kegiatan praktikum di kampus, mahasiswa mengkhawatirkan jika kuliah praktik dilakukan secara daring akan tidak mampu mengembangkan skill di lapangan apalagi banyak dari mereka yang lulusan SMA dan belum mengetahui tentang praktik praktik yang harus mereka jalani berbeda dengan lulusan SMK yang sudah sedikit memiliki skill. Selain itu praktikum secara daring juga tidak bisa mengetahui apakah pengujian yang dilakukan sudah benar atau harus diperbaiki karena dosen yang tidak melihat dan memberikan petunjuk secara langsung dan detail sehingga akan memicu kesalahan dalam praktikum

Akan tetapi, terdapat berbagai pertimbangan, konsekuensi serta persiapan yang harus dipersiapkan secara matang untuk dapat melaksanakan praktikum luring. Hal ini juga dipaparkan oleh para responden yang mana mereka menginginkan praktikum luring namun khawatir dan takut apabila melihat kasus COVID-19 yang masih belum tuntas meskipun mereka juga tidak menampik bahwa mereka sangat membutuhkan praktikum luring. Hasil survey menunjukkan bahwa mayoritas responden sangat setuju diadakan praktikum luring. Mereka juga bersedia untuk menerapkan dan taat terhadap protokol kesehatan. Melihat kondisi sekarang tidak dapat dipungkiri bahwa masih belum memungkinkan untuk melaksanakan praktikum luring.

Disisi lain, Mahasiswa bersedia melakukan vaksinasi dan mematuhi standar protokol kesehatan yang ada jika perkuliahan dilakukan secara luring. Namun, jika perkuliahan masih dilakukan secara daring mahasiswa mengharapkan pihak kampus dapat memberikan bantuan dana untuk melakukan praktikum secara individu dan mengharapkan pula dosen membuat video tutorial dan menjelaskan kesalahan praktikum yang sering terjadi sebelum melakukan praktikum agar mahasiswa dapat memahami secara baik tidak hanya melalui modul dan memahami secara individu. Pihak kampus juga dapat melaksanakan kuliah praktikum secara online dan offline atau blended learning dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada dengan membagi shift untuk mahasiswa.

 

Kesimpulan

Pembelajaran daring sebagai dampak adanya pandemi COVID 19 menyebabkan ketidaknyamanan mahasiswa untuk memahami mata kuliah yang ada, terutama mata kuliah praktik. Hasil survey menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengikuti praktikum online. Kesulitan yang paling sering mereka alami yaitu mengenai alat dan bahan yang dibutuhkan untuk praktikum. Selain itu mahasiswa juga kesulitan dalam memahami materi dan konsep yang dipelajari dari praktikum. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mahasiswa karena tidak dapat memaksimalkan  skill lab pada mata kuliah praktik yang nantinya akan berpengaruh pada karir mahasiswa dimasa yang akan datang. Harapannya mata kuliah praktik dapat segera dilaksanakan secara luring untuk menunjang pemahan serta kemampuan mahasiswa kedepannya. Jika praktikum tidak dilaksanakan secara luring maka praktikum tetap dapat dilaksanakan secara daring dengan alat dan bahan yang disederhanakan, video praktikum yang menampilkan setiap langkah kerja dengan jelas serta praktikum daring dengan menggunakan video teleconference. Selain untuk menunjang pemahaman mahasiswa hal ini dapat juga untuk menunjang keterlibatan mahasiswa di era revolusi 4.0 maupun society 5.0.

Relawan Belajar MIPA, program pengabdian bidang pendidikan dari BEM FMIPA UNY membawa dampak untuk pembelajaran daring

Video berdurasi kurang lebih dua menit yang berisikan kesan pesan tentor dan siswa RBM itu resmi menutup program RBM#1 2021 pada hari Senin (14/6). Walaupun dilaksanakan melalui WhatsApp group, penutupan RBM ini tak berkurang kekhidmatannya.

RBM (Relawan Belajar MIPA) merupakan program yang diinisiasi oleh departemen pengabdian masyarakat BEM FMIPA UNY yang bertujuan untuk membantu siswa/i SD hingga SMA sederajat yang mengalami kesulitan belajar selama masa pandemi melalui pengadaan konsultasi mengenai tugas atau materi yang kurang dipahami via Whatsapp. Untuk mata pelajaran yang ditawarkan yaitu ada Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, IPA, dan Bahasa Inggris.

RBM#1 2021 kali ini dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dari bulan April-Juni awal dan telah menjangkau partisipasi sebanyak 37 tentor yang merupakan mahasiswa aktif FMIPA UNY dan 164 siswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Banyak siswa yang mengaku terbantu dengan adanya program RBM#1 2021 kali ini. “Alhamdulillah bersyukur banget bisa berkesempatan ikut program RBM ini. Yang tadinya gak paham sama pelajaran sama sekali, finally, bisa ngerti konsep materi dengan jelas. Kakak tentornya juga baik-baik banget, mereka itu ramah, fast respon, dan dengan senang hati selalu menjawab pertanyaan kita. Sukses selalu kak, semoga dilancarkan kuliahnya!” Ucap Hilwa, salah satu siswa RBM.

Kendati demikian, program RBM ini sesungguhnya masih jauh dari kata sempurna, sehingga BEM FMIPA UNY masih akan terus melakukan evaluasi agar
RBM selanjutnya lebih baik dari sebelumnya, terutama dalam pengembangan kualitas konsultasi siswa terhadap tentor.

Berita Acara: WORKSHOP KEWIRAUSAHAAN BATCH 2

Biro Kewirausahaan BEM FMIPA UNY menyelenggarakan Workshop Kewirasuhaan Batch  2 pada hari Sabtu, 5 Juni 2021. Workshop ini merupakan kegiatan lanjutan dari Workshop Kewirausahaan Batch 1. Workshop ini diselenggarakan untuk anggota BEM FMIPA UNY 2021 guna meningkatkan wawasan anggota dalam bidang wirusaha terutama dalam Digital Marketing. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 40 mahasiswa/i dari anggota BEM FMIPA UNY 2021 melalui platform zoom meeting.

 

Workshop Kewirasuhaan Batch  2 kali ini mengusung tema “Build your Business: Digital Marketing and Product Visualization”. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat merealisasikan keinginan untuk mendirikan usaha serta dapat memulai usahnya dengan baik dan benar. Dalam kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yakni Weliyan Tanoyo (penulis buku Juragan Marketplace Reborn, founder Digital Jasa  Optimasi Marketplace, founder Kursus Online Marketplace Garis Tengah dan founder took obat herbal online SoWelShop) dan Azi Wansaka (CEO Konten Academy). Pemateri yang hebat membuat antusias peserta semakin bertambah terlihat  pada banyaknya pertanyaan yang diajukan.

 

Pemateri pertama adalah Weliyan Tanoyo, menyampaikan mengenai cara Building Brand With Digital Marketing. Beliau menyampaikan untuk memulai sebuah bisnis tidak harus memiliki brand sendiri, bisa dengan menjadi reseller, dropshiper dari brand milik orang lain. Dengan pemasaran yang tepat maka brand tersebut akan banyak dikenal orang. Permasaran dapat dilakukan dengan cara organik (geratis) yaitu dengan membuat konten yang bagus dan menarik dan juga bisa dengan melakukan iklan berbayar. Namun pemasaran menggunakan iklan berbayar memerlukan biaya yang cukup banyak, oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam beriklan. Kita harus dapat memilih plat form marketing yang bagus dan efektif untuk mengiklankan produk kita. Sehingga kita harus melakukan analisis pasar terlebih dahulu untuk menyesuaikan produk yang kita jual dan membuat iklan/konten yang menarik untuk produk kita.

 

Pada pemateri kedua, Azi Wansaka menyampaikan mengenai advertising for media sosial. Beliau menyampaikan bahwa pengguna media sosial sangatlah banyak. Diurutan pertama adalah youtube kemuadian disusul whatsapp, instagram, facebook, masanger dll. Dan owner dari sosial media tersebut adalah perusahaan yang sama, seperti whatsapp, instagram, facebook, dan masanger merupakan sosial media milik facebook. Sehingga untuk beriklan lebih disarankan dengan facebook ads. Untuk mengiklankan produk kita harus dapat siapa saingannya dan apa saja kontennya. Konten iklan dapat berupa gambar atau video. Saat ini untuk membuat konten iklan sudah sangat mudah, contohnya melalui canva, tiktok dll. Untuk mengecek konten apa saja yang telah dibuat oleh saingan kita, kita dapat mengecek pada facebook galeri iklan. Nah untuk membedah iklan pun sangat banyak, salah satu yang paling penting adalah copywriting. Pada saat ini konten creator sangatlah diperlukan untuk mengiklankan berbagai layanan maupun produk.

Hari Lahir Pancasila: Dimanakah Letak Pancasila Sebenarnya?

“Pancasila menjadi kesadaran filsafat hukum dan sumber kesadaran berbangsa dan bernegara, Pancasila itu ideologi yang mempersatukan”-Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.

Kedudukan Pancasila di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sebagai dasar negara. Lalu apa maknanya? Pancasila menjadi landasan, pondasi utama, titik acuan bangsa Indonesia dalam mengatur bangsa maupun NKRI. Dapat diartikan bahwa pancasila begitu penting dalam mengatur unsur-unsur kehidupan berbangsa dan bernegara, segala bentuk peraturan-peraturan yang ada di Indonesia harus berlandaskan Pancasila.

Sudah 76 tahun Pancasila lahir, apakah kita sebagai warga negara Indonesia telah memaknai dan menerapkan isi Pancasila dengan baik? Pada faktanya masih ditemukan beberapa kasus yang bertentangan dengan Pancasila.

Pemaksaan siswi non muslim untuk memakai jilbab di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat merupakan salah satu kasus pelanggaran Pancasila. Pasalnya sekolah tersebut mewajibkan muridnya memakai seragam, jilbab dan celana panjang abu-abu. Bahkan orang tua murid tersebut dipanggil oleh pihak sekolah karena anaknya menolak memakai jilbab. Menteri Nadiem Makarim mengatakan bahwa kasus ini melanggar nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan. Kasus ini melanngar nilai Pancasila khususnya sila ke-2 yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab yaitu menghargai setiap orang tanpa memandang suku, etis dan agama.

Baru-baru ini kasus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang berujung pada pemecatan 51 pegawai KPK juga dinilai bertentangan dengan Pancasila. Hal ini diungkapkan oleh mantan penasehat KPK Abdullah Hehamahua. Beredarnya sejumlah pertanyaan TWK terkait kepercayaan, status perkawinan hingga perihal jilbab bagi pegawai KPK wanita. Menurut Abdullah, hal tersebut sudah tertuang dalam sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

Fakta yang terjadi sekarang menimbulkan pertanyaan dibenak kita. Sudahkah kita sebagai warga negara Indonesia memaknai Pancasila dan mengamalkan sila-silanya dengan baik?

Sumber :

https://www.suara.com/news/2021/05/26/132928/telak-eks-penasehat-kpk-sindir-penyusun-twk-saat-kuliah-tak-lulus-pancasila

https://hot.liputan6.com/read/4475006/makna-pancasila-sebagai-dasar-negara-dan-pandangan-hidup-berikut-penjelasannya#:~:text=Makna%20pancasila%20sebagai%20dasar%20negara%20ialah%20menjadi%20landasan%2C%20pondasi%20utama,berbangsa%20dan%20bernegara%2C%20segala%20bentuk

https://news.detik.com/berita/d-5304134/pancasila-sebagai-dasar-negara-ketahui-kedudukan-makna-dan-fungsinya

https://www.suara.com/news/2021/01/24/131359/keras-mendikbud-bilang-smkn-2-padang-intoleran-dan-langgar-pancasila?page=all

 

PRESS RELEASE Pandhawa #2: Larangan Mudik untuk Siapa?

PRESS RELEASE Pandhawa #2: Larangan Mudik untuk Siapa?

Press Release

Pandemi COVID-19 yang masih berlalu mengakibatkan pemerintah harus mengeluarkan peraturan mengenai larangan mudik saat hari raya. Hal ini memancing berbagai reaksi tentunya, ada pro-kontra terkait kebijakan pemerintah ini. Ada ketidakjelasan terkait kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Pemerintah yang melarang adanya mudik, tetapi mengizinkan WNA masuk, membiarkan tempat-tempat perbelanjaan ramai tanpa protokol kesehatan, bahkan ajakan untuk meramaikan tempat wisata. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan bagi masyarakat, lalu sebenarnya bagaimana keseriusan pemerintah dalam menanggapi pandemi ini? Apakah kebijakan yang dikeluarkan ini juga mempertimbangkan faktor ekonomi sehingga seolah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah nampak tidak jelas.

Hal itulah yang mendasari diadakannya diskusi pada hari Jum’at, 28 Mei 2021 oleh Departemen Sosial dan Politik BEM FMIPA UNY dengan dua narasumber yang ahli dalam bidangnya yaitu Bapak Bambang Supriyanto, S.E. M.Sc. selaku dosen Fakultas Ekonomi UNY dengan Bapak dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp. PK, PhD. selaku dosen Fakultas Kedokteran UNS.

Semua negara terkena dampak dari pandemi COVID-19 salah satunya pada bidang ekonomi dengan rata-rata -3,3%. Khususnya Indonesia sendiri, pada saat pandemi ini perekonomiannya mencapai -2,07%. Sektor yang paling terkena dampak negatif dari pandemi ini adalah lapangan transportasi dan pergudangan serta penyediaan akomodasi dan makan minum. Sedangkan, sektor yang terkena dampak positif dari pandemi ini adalah informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Pembatasan pada hari lebaran tidak hanya di Indonesia saja tetapi terjadi juga pada negara-negara lain seperti Maroko, Turki, Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan Malaysia. Pada tahun 2021 sebanyak 1,5 juta penduduk sudah berpergian sebelum larangan mudik diberlakukan.

Catatan untuk Pemerintah pada tahun 2020 adalah tentang diperbolekan penerbangan beroperasi di saat moda lain dibatasi. Bahkan, pejabat bahkan presiden sendiri tidak memberikan teladan tentang Batasan mobilitas dan kerumunan ini. Pada tahun 2021, mudik dilarang tetapi arus internasional masih deras khususnya TKA China yang masuk untuk investasi. Seharusnya pemerintah tetap harus bijak. Apabila TKA China masuk, mudik jangan dilarang dikarenakan akan timbulnya kecemburuan sosial.

Excess death merupakan jumlah kematian di atas rata-rata 5 tahun terakhir. Terjadi peningkatan kematian pada saat pandemic yang mencapai rata-rata 3.500.000 kasus di dunia. Pada pandemic ini angka harapan hidup berkurang, namun grafik masyarakat terdampak COVID-19 di Indonesia menurun dikarenakan adanya vaksinasi yang diberlakukan. Test covid Jakarta memang sudah cukup tetapi untuk wilayah lain kurang sehingga diambil patokan dari sana. Seharusnya 38600/hari di test maka presentasi makin kecil. Test antigen tidak bisa berdiri sendiri, harus dengan PCRjuga . Disiplin protkes melonggar, jumlah testing menurun, banyak kegiatan berkerumun, cakupan vasinasi, mutasi virus yang terjadi di negara India. Orang yang tidak divaksin mendapatkan resiko kematian 50x lipat lebih besar untuk terkena viris. Virus mutasi lebih mudah menyebar tapi tidak ganas. Semua orang bisa melakukan kegiatan asal melakukan peraturan

Pemberlakuan lockdown pada saat ini itu tidak aka nada dampaknya karena virus tersebut sudah menyebar. Hanya saja pada bidang kesehatan, saat ini kita harus melakukan protokol kesehatan seiring pemberian vaksinasi yang harus selalu berjalan. Sedangkan, pada bidang ekonomi apabila terjadi lockdown kembali sudah tidak bisa terkendali dikarenakan akan terjadi pendapatan kosong sehingga menimbulkan masalah baru lagi.

Pandemi covid19 memberikan dampak buruk perekonomian dengan rata-rata sampai -3,3% dan meningkatkan angka kamatian hingga 3 juta 500 kasus di seluruh dunia, sehingga pembatasan mobilisasi dan mudik saat hari raya merupakan solusi yang tepat untuk menurunkan kasus terinfeksi. Namun hal tersebut berdampak terhadap perekonomian, dikarenakan kebutuhan konsumsi dan potensi ekonomi yang lain menurun.

Mudik atau pulang ke kampung halaman sebenarnya sangat membantu memulihkan kembali perekonomian yang sempat jatuh dengan menaikkan angka konsumsi, penukaran mata uang, pemerataan pendapatan dan beberapa komponen lainnya. Vaksinasi yang dilakukan juga menekan angka kenaikan kasus yang cukup efektif. Sehingga mudik ini untuk siapa? Tentu saja untuk kita semua.