by admin | Apr 7, 2017 | Info, Uncategorized |
GERIMIS BERITA
Rektor Baru ke Kampus Biru
Ada apa Gerangan sosok nomor satu UNY berkunjung ke kampus biru?
Selasa, 04 April 2017. Bapak Rektor Prof, Dr Sutrisna Wibawa beserta jajarannya berkunjung ke FMIPA UNY. Kunjungan di lakukan di ruang sidang FMIPA UNY dengan dihadiri oleh Dekan, dosen, staff, dan perwakilan mahasiswa FMIPA.
Kunjungan kali ini bukan hanya semata-mata bermain saja. Bapak Rektor membawa jajarannya menyinggahi bumi FMIPA untuk mengadakan sosialisasi mengenai program kerjanya selama menduduki kursi Rektor hingga tahun 2021 mendatang.
Bapak Rektor baru kita, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd menyampaikan bahwa untuk menuju World Class University (WCU), UNY telah memiliki beberapa keunggulan baik lokal, nasional, regional dan internasional. “WCU adalah universitas yang mengembangan tri dharma perguruan tinggi yang cakupannya terdiri dari kearifan lokal, kebutuhan dan jati diri Indonesia, dan yang berdaya saing regional serta internasional yang dilakukan secara proporsional” kata Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. Grand design pengembangan UNY menuju WCU menurut versi Guru Besar FBS UNY tersebut dimulai dari tahun 2017 dengan akreditasi institusi A dan kerjasama lokal dan internasional. Selanjutnya tahun 2018 akan disiapkan menuju PTN-BH, tahun 2019 ditargetkan masuk 500 besar Asia Tenggara versi QS, tahun 2020 menjadi PTN-BH dan tahun 2021 menjadi universitas pendidikan kelas dunia.
Rektor memang berkuasa, tapi tak bisa seenaknya.
Rektor memang bapaknya mahasiswa namun tak bisa semena-mena.
Mahasiswa memang putra rektor, namun jangan selalu mengekor.
Adakalanya mahasiswa berbicara, saat kebijakan mulai merajalela.
Sumber:
Ini Dia Program Kerja 3 Calon Rektor UNY
by admin | Apr 4, 2017 | Info, Uncategorized |
Indonesia, benarkah kau sedang berduka?
Jika memang benar, siapa dan apa penyebabnya?
Daerah pemilik Reog kini sedang banyak di ceritakan manusia. Sayangnya, kali ini bukan Reog ataupun tarian lainnya yang membuatnya fenomena.Adanya guncangan sebuah bencana yang membuatnya diperbincangkan warga.
Sabtu pagi 01 April 2017, Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Longsuran tanah menimbun 128 warga yang sedang memanen jahe di kebun. Sebanyak 100 orang berhasil selamat dari bencana, sedangkan 28 hilang tertimbun.Selain warga yang tertimbun, terdapat warga yang terluka terkena runtuhan bangunan.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menilai, bencana tersebut dipicu meningkatnya lahan kritis, berkurangnya tutupan lahan, degradasi lingkungan, dan berkurangnya serapan air. Selain itu, juga ada faktor pertanian yang tidak memperhatikan konservasi lingkungan. Oleh karena itu menurutnya perlu adanya upaya terstruktur, sistematis, dalam menangani persoalan tersebut.
Menurut Pemerintah daerah, sebelum kejadian tersebut warga sudah diingatkan untuk mengungsi dimana pada saat itu tanah telah terpantau turun 15-20 cm. Namun, dalam kondisi tersebut warga hanya mengungsi saat malam hari saja, sedangkan saat siang harinya warga kembali bekerja dikebun untuk memenuhi kebutuhannya.
Bumi ini hanyalah titipan antar generasi. Lestari atau mati tergantung bagaimana yang dititipi. Kini, bukan lagi saatnya saling menunjuk untuk disalahkan. Coba bertanya kepada diri, jangan-jangan kita sendiri yang mencegah bumi tetap lestari? Jangan-jangan kita sendiri yang membuat Indonesia terduka? Bisa jadi jawabannya iya.
https://m.tempo.co/read/news/2017/04/01/058861757/longsor-ponorogo-lokasi-bencana-berada-di-zona-kerentanan-tinggi
http://www.antaranews.com/berita/621758/wagub-jatim-pastikan-relokasi-korban-longsor-ponorogo
https://news.detik.com/berita/d-3463208/sebelum-longsor-zona-berbahaya-di-ponorogo-belum-dikosongkan-total
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3462400/dahsyatnya-bencana-longsor-di-ponorogo-ini-penampakannya
Republika edisi Senin, 03 April 2017
by admin | Mar 31, 2017 | gerimis berita, Uncategorized |
JAKARTA – Tim Garuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan mobil hemat energy Garuda Urban Gasoline 17 berhasil dinobatkan sebagai The Third Winner SEM Asia Pasifik 2017 pada ajang Shell Eco Marathon di Singapura selama 3 hari (17-19 Maret 2017).
Indonesia patut bangga dengan tim-tim mobilnya karena raihan 5 besar untuk kategori ICE diambil semua oleh tim-tim Indonesia. Tim-tim tersebut adalah tim Sadewa dari UI, tim ITS team 2 dari ITS, tim Garuda UNY Eco Team dari UNY, tim Bengawan Team 2 dari UNS, dan tim Cikal Ethanol dari ITB.
Selain itu Garuda UNY Eco Team juga dinobatkan sebagai salah satu peserta terpilih (recommended) untuk mengikuti Driver’s World Championship (DWC) di Regional Asia Pasifik.
Perjuangan Garuda UNY tak berhenti sampai disana, tim mobil UNY bersama tim lainnya yang berasal dari UI, ITS, UNS, ITB, De LA Salle University, UGM, dan Undip akan memperebutkan tiket menuju grand final Driver World Championship (DWC) di Eropa pada Mei 2017.
Perwakilan dari Shell Indonesia, Rini, terkesima dengan raihan GUT, “Saya sangat terkesima dengan UNY. Padahal baru new comer biasanya bisa lolos Technical Inspestion saja sudah merupakan prestasi luar biasa, apalagi bisa meraih juara seperti kalian. Ya, semua ini tentu tidak lepas dari kerja keras dan kekompakan tim kalian. Terus sukses untuk Garuda UNY!” Rini juga mendoakan agar GUT dapat berpartisipasi di SEM tahun mendatang dan berharap agar GUT dapat kembali dengan performa mobil yang lebih baik lagi.
Sumber :
http://m.liputan6.com/tag/universitas-negeri-yogyakarta
http://pendidikan-teknik-elektronika.ft.uny.ac.id/berita/garuda-uny-raih-juara-3-dalam-kompetisi-sem-di-singapura
http://m.okezone.com/read/2017/03/22/65/1648969/hebat-mobil-irit-garuda-uny-raih-juara-di-singapura
Tim Mahasiswa Garuda UNY Peroleh Prestasi Dalam Kompetisi SEM 2017 di Singapura
Tim Balap Garuda UNY Sabet Juara 3 di Singapura
by admin | Mar 27, 2017 | Info, Uncategorized |
Akankah investor asing yang lebih diutamakan ataukah nasib rakyat kecil dan alam ini? Apakah hanya rakyat kendeng yang menanggung nestapa ini? Dimanakah Indonesia?
Jakarta – Polemik keberadaan pabrik PT Semen Indonesia di pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, masih terus berlanjut. Para petani masih memprotes hal ini dengan aksi cor kaki di depan Istana Negara.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Sabtu (25/3/2017), kawasan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang sudah siap 100 persen beroperasi dan berproduksi. Pabrik ini berada di kawasan area tambang seluas 519 hektare.
Rencananya, pabrik PT Semen Indonesia akan diresmikan pada April 2017 mendatang. Namun, keputusan beroperasi atau tidaknya tergantung hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) pegunungan Kendeng yang diketahui beberapa pekan ke depan.
Berlarut-larutnya persoalan pabrik semen Rembang milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk hanya bisa diakhiri jika pemerintah secara tegas berpatokan kepada hukum yang berlaku. Sebab selain soal lingkungan, pengoperasian pabrik ini juga berkaitan dengan investasi.
Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana, menilai lembaga yudikatif seperti Mahkamah Agung (MA) belum sepenuhnya mendukung kebijakan Presiden Jokowi dalam menggenjot investasi. Akibatnya, Apindo mencatat 25 persen investor asing di bidang infrastruktur menahan diri untuk berinvestasi di Indonesia akibat permasalahan ini.
Solusi penyelesaian semen Rembang, menurut Praktisi Hukum M Mahendradatta dengan melakukan win-win solution antara Semen Indonesia dan warga.
“Pastikan wilayah pertambangan benar-benar tidak merusak lingkungan, sehingga tidak ada yang dikalahkan. Serta para penolak harus menghindari prinsip pokoke,” tandas dia.
Sementara itu di berbagai daerah para aktivis mahasiwa maupun aktivis kemasyarakatan terus menggelar asksi solidaritas seperti aksi ratusan mahasiswa se-Solo Raya di Bundaran Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, kemudian di Lumajang Jawa Timur, dan masih banyak lagi.
Penguasa dunia datang dan pergi silih berganti tiap saat, tapi perjuangan mahasiswa tidak akan pernah padam. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat!
Sumber :
http://tv.liputan6.com/read/2898664/video-nestapa-petani-kendeng-menolak-pabrik-semen
http://tv.liputan6.com/read/2898630/segmen-2-menolak-pabrik-semen-hingga-pencurian-berkas-mk
http://tv.liputan6.com/read/2898538/segmen-3-cor-kaki-berlanjut-hingga-izin-pabrik-semen
http://bisnis.liputan6.com/read/2895822/apindo-masalah-pabrik-semen-rembang-hambat-investasi
http://jatim.tribunnews.com/2017/03/27/dukung-petani-kendeng-mahasiswa-ub-kami-ini-makan-nasi-bukan-makan-semen
by admin | Mar 24, 2017 | gerimis berita, Uncategorized |
Dipilih tanpa sedikitpun melibatkan mahasiswa, apakah rektor UNY yang baru benar-benar dapat memberikan harapan baru?
Rabu (22/3) lalu, pemegang tongkat kepemimpinan Universitas Negeri Yogyakarta resmi berganti. Bertempat di Gedung Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd dilantik langsung oleh Menristekdikti, M. Natsir, menjadi Rektor UNY yang baru untuk periode 2017-2021.
Pelantikan tersebut kemudian dilanjutkan dengan prosesi serah terima jabatan dengan Rektor UNY sebelumnya, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd, MA, yang telah memimpin selama lebih dari 8 tahun sejak dilantik pada Februari 2009 lalu.
Sebagai rektor yang baru, pria kelahiran Gunungkidul, 1 September 1959 itu menargetkan agar UNY dapat menjadi universitas yang berkelas di ASEAN pada tahun 2019 dan masuk di peringkat 1000 universitas terbaik di dunia pada tahun 2021 sehingga target UNY untuk menjadi WCU di tahun 2025 bisa tercapai.
Mengenai pelantikan ini, para mahasiswa menanggapinya dengan memberitakan hal ini melalui berbagai media sosial, tak lupa dengan tagar #RektorBaruHarapanBaru. Para mahasiswa berharap di tangan rektor yang baru, masalah-masalah yang ada saat ini bisa segera teratasi, mulai dari masalah klasik seperti Uang Kuliah Tunggal hingga masalah kenyamanan seperti fasilitas kuliah dan hotspot.
Sebelumnya, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd terpilih sebagai Rektor UNY pada sidang pemungutan suara yang digelar pada 29 Desember lalu. Pria lulusan S3 Ilmu Filsafat Universitas Gadjah Mada ini menang setelah mengumpulkan 77 suara, jauh mengungguli kedua pesaingnya yang masing-masing mendapatkan 34 dan 18 suara.
Peran seorang rektor dalam memajukan suatu universitas sangatlah besar. Karena itu, kita sebagai mahasiswa selain harus bergerak sendiri dalam memajukan universitas, juga harus selalu mengikuti dan mengawasi kebijakan universitas yang notabene pasti disetujui sang rektor. Karena ingat, kemajuan suatu universitas bukan hanya berada di tangan rektornya saja, tapi seluruh warga universitas itu, termasuk para mahasiswanya
🔴 KTS_GSPL_03
Sumber dapat dilihat di (insert link here)
#GERIMIS_BERITA
#BEM_FMIPA_UNY
#DEPARTEMEN_SOSIAL_POLITIK
#GASPOLL
#RektorBaruHarapanBaru
Sumber :
http://www.uny.ac.id/berita/pelantikan-rektor-uny-periode-2017-2021
https://uny.ac.id/berita/prof-dr-sutrisna-wibawa-mpd-terpilih-sebagai-rektor-uny.html
http://krjogja.com/web/news/read/27814/Prof_Dr_Sutrisno_Rektor_Baru_UNY
http://jurnaljogja.com/sutrisna-wibawa-rektor-baru-uny/
http://unycommunity.com/yuk-mengenal-calon-rektor-uny-2017/
http://staff.uny.ac.id/dosen/prof-dr-sutrisna-wibawa-mpd
by admin | Mar 20, 2017 | gerimis berita, Uncategorized |
⛈⛈RAJA AMPAT RUSAK: KECELAKAAN ATAU KESENGAJAAN?⛈⛈
Akankah pariwisata di Raja Ampat tetap sama setelah adanya kerusakan?
4 Maret lalu, kapal pesiar Caledonian Sky kandas di perairan dangkal di Raja Ampat, Papua Barat. Kapal milik suatu perusahaan dari Inggris itu kandas setelah mengantarkan 102 penumpang mengamati burung di Waigeo
Seperti dilansir detik.com, Kapal berbobot lebih dari 4.000 ton itu kandas karena sang kapten, Keith Michael Taylor hanya mengikuti petunjuk GPS dan radar tanpa mempertimbangkan faktor lain seperti gelombang dan faktor alam lainnya. Akibatnya, kapal tersebut memasuki daerah yang dilarang dilintasi kapal pesiar dan terjebak di daerah terumbu karang karena laut sedang surut.
Tugboat yang dikirim untuk kapal tersebut pun gagal mengangkat kapal yang berat itu. Sang kapten kemudian ngotot menjalankan kapal tersebut karena tidak mau menunggu laut pasang. Usaha tersebut memang membuahkan hasil. Kapal tersebut berhasil berlayar kembali dengan minim kerusakan. Namun, lain halnya dengan nasib terumbu karang di sana.
Akibat keputusan kapten itu, terumbu karang di Raja Ampat rusak seluas 1.600 meter persegi atau sekitar sepertiga lapangan sepak bola. biasa Jumlah itu bisa bertambah seiring dengan investigasi yang masih berjalan. Hal tersebut sangat merugikan pihak Raja Ampat. Bagaimana tidak, selain mengurangi populasi 8 genus langka terumbu karang, butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
Menanggapi hal ini, pemerintah berniat untuk menuntut pihak Caledonian Sky, baik secara pidana maupun perdata. Niat tersebut semakin bulat karena nampaknya sang kapten tidak terlalu menganggap serius insiden tersebut. Ia hanya menyerahkan hal tersebut kepada pihak asuransi.
Secara hukum, sang kapten bisa terancam pidana 3 tahun penjara plus denda, bahkan jika pihak asuransi telah membayar ganti rugi. Selain itu, denda administrasi berupa pencabutan izin berlayar juga bisa dikenakan.
Kasus kerusakan lingkungan seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Kita sebagai saintis muda harus terus selalu peduli terhadap lingkungan. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah maupun mengatasi kasus perusakan lingkungan. Jangan lupa, kita butuh alam, dan alam butuh kita.
🔴 KTS_GSPL_03
#GEMBER
#BEM_FMIPA_UNY
#MIPA_BERSAHABAT
#DEPARTEMEN_SOSIAL_POLITIK
#GASPOLL
Sumber :
https://www.google.com/amp/s/m.tempo.co/amphtml/read/news/2017/03/12/072855165/kapal-pesiar-inggris-hancurkan-terumbu-karang-raja-ampat
https://m.detik.com/news/berita/d-3446226/kapten-kapal-gegabah-ini-kronologi-hancurnya-karang-di-raja-ampat
https://m.detik.com/news/berita/d-3446676/perusahaan-kapal-inggris-janji-ganti-rugi-kerusakan-karang-raja-ampat
https://m.detik.com/news/berita/d-3449187/pemerintah-siapkan-tuntutan-untuk-pihak-caledonian-sky
https://www.google.com/amp/s/m.tempo.co/amphtml/read/news/2017/03/17/173857010/terumbu-karang-raja-ampat-rusak-3-skema-ganti-rugi-dikaji
https://m.tempo.co/amphtml/read/news/2017/03/17/173856969/pemerintah-kaji-tuntutan-cabut-izin-kapten-kapal-caledonian
https://www.google.com/amp/sains.kompas.com/amp/read/2017/03/12/15330081/kapal.inggris.rusak.1.600.meter.persegi.terumbu.karang.raja.ampat