by admin | Nov 15, 2017 | gerimis berita |
Tidak terasa periode kepengurusan organisasi mahasiswa FMIPA UNY akan segera berakhir. Ya, tahun periode kepengurusan 2017 sampai saat ini telah berjalan hampir satu tahun lamanya.
Suasana pesta demokrasi di skala kampus pun sudah mulai terasa. Terbukti dengan diadakannya rangkaian acara demi menyongsong pesta demokrasi ini.
KPU (Komisi Pemilihan Umum) Mahasiswa FMIPA sebagai pengemban tugas pelaksanaan pemilwa telah menyusun rangakaian acara demi menunjang kegiatan Pemilihan Mahasiswa (PEMILWA) tahun ini.
Pada 13 November 2017 lalu misalnya, telah dilakukan Uji Publik dan Pengesahan Tata Tertib PEMILWA. Pada forum ini, seluruh tata tertib pemilwa yang telah dirancang KPU dibahas secara detil dalam bentuk diskusi untuk setiap butir poin tatib.
Uji publik ini dilaksanakan di lobi laboratorium FMIPA UNY dengan dihadiri lebih dari 40 peserta dari seluruh elemen mahasiswa FMIPA UNY.
Kegiatan diskusi ini berjalan dengan lancar, terjadi timbal balik interaksi yang sinergis diantara kedua belah pihak yang terlibat diskusi.
Diharapkan malalui forum ini kesepakatan terbaik antara pihak KPU dan pihak mahasiswa pemilih dapat dicapai, sehingga nantinya akan dihasilkan tata tertib PEMILWA dambaan semua pihak.
KPU telah memiliki rangkaian agenda pemilwa mahasiswa FMIPA UNY tahun 2017 ini yang sudah diberitahukan melalui masing-masing organisasi di FMIPA UNY.
Selanjutnya akan diadakan pendaftaran bakal calon ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan bakal calon ketua serta wakil ketua BEM Fakultas pada 15-21 November.
Sedangkan PEMILWA dijadwalkan digelar pada 13 Desember mendatang.
Mari kita sebagai generasi yang cerdas ikut serta, peduli, dan mengambil andil dengan perkembangan kegiatan demokrasi di skala kampus khususnya FMIPA ini. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa pemimpin bagi suatu organisasi merupakan penentu arah kebijakan yang akan diambil.
đź”´UFO_GSPL_06
#GERIMIS_BERITA
#BEM_FMIPA_UNY
#MIPA_BERSAHABAT
#DEPARTEMEN_SOSIAL_POLITIK
#GASPOLL
29
by admin | Oct 31, 2017 | gerimis berita |
Tahukah kamu??
Akhir-akhir ini, kondisi keanekaragaman hayati Indonesia sangat memprihatinkan.Kekayaan flora dan fauna dari hari kehari mengalami penurunan.
Banyak faktor yang menyebabkan penurunan kekayaan flora dan fauna Indonesia. Faktor utama penyebab penurunan keanekaragaman hayati adalah perusakan habitat dan perburuan liar.
Berdasarkan data WWF tahun 2004, jumlah populasi harimau Sumatera di alam bebas hanya sekitar 400 ekor saja, yang mengakibatkan harimau Sumatera digolongkan sebagai hewan langka yang terancam punah.
Sebagai puncak rantai makanan, harimau Sumatera mempertahankan populasi mangsa liar yang ada di bawah pengendaliannya, sehingga keseimbangan antara mangsa dan vegetasi yang dimakan dapat terjaga.
Ancaman nyata harimau Sumatra adalah hilangnya habitat akibat tingginya laju deforestasi dan terancam oleh perdagangan liar, dimana bagian-bagian tubuh harimau diperjual belikan dengan harga tinggi di pasar gelap untuk obat-obtan tradisional, perhiasan, jimat, dan dekorasi.
Laporan tahun 2008 yang dikeluarkan oleh TRAFFIC (program kerjasama WWF dan lembaga Konservasi Dunia, IUCN, untuk monitoring perdagangan satwa liar) menemukan adanya pasar liar yang berkembang subur menjadi pasar domestik terbuka di Sumatera yang memperdagangkan bagoan-bagian tubuh harimau.
Dalam studi tersebut TRAFFIC mengungkapkan bahwa paling sedikit 50 harimau Sumatera telah diburu setiap tahunnya dalam kurun waktu 1998-2002.
Mau tidak mau, di hari dimana smartphone menjadi benda yang wajib dibawa kemana-mana dan segala macam informasi dapat beredar dari mana saja, kita harus berlomba dengan kepunahan. Demi kelestarian dan demi masa depan anak cucu kita.
Marilah kita merenung, bumi dan alam semesta ini hanyalah titipan dari generasi setelah kita. Jangan biarkan kelak dikemudian hari, mereka menyalahkan kita atas kelalaian kita dalam menjaga bumi dan isinya.
Di hari cinta puspa satwa nasional ini yang biasanya diperingati di tanggal 5 November, marilah mulai berlomba dengan kepunahan dan pastikan kita yang memenangkannya!
đź”´HON_GSPL_01
#GERIMIS_BERITA
#BEM_FMIPA_UNY
#MIPA_BERSAHABAT
#DEPARTEMEN_SOSIAL_POLITIK
#GASPOLL
28
Sumber Gambar :
Kosasih, Danny.2017. Indonesia Tidak Memiliki Data Pasti Keanekaragaman Hayati Laut.Diakses di http://www.greeners.co/berita/indonesia-tidak-memiliki-data-pasti-keanekaragaman-hayati-laut/ . Pada 31 Oktober 2017
by admin | Oct 15, 2017 | gerimis berita |
Jogjaku , Pemimpinku , Periode Baru Kita
Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur DIY untuk periode 2017-2022 Sesuai dengan UU Keistimewaan DIY.
Pelantikan keduanya digelar di Istana Negara oleh Presiden RI Joko Widodo pada Selasa (10/10/2017).
Penetapan tersebut sesuai dengan mekanisme yang berdasarkan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY.
Untuk diketahui, sebelum keduanya diambil sumpah, petikan Surat Keputusan Presiden diserahkan terlebih dahulu oleh Presiden Joko Widodo kepada calon gubernur dan wakil gubernur di Ruang Kredensial Istana Merdeka.
Setelahnya, Presiden dengan didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bersama Sri Sultan dan Paku Alam berjalan kaki menuju tempat pelantikan di Istana Negara. Momen ini kita kenal dengan sebutan prosesi kirab di mana keempatnya diiringi oleh pasukan kehormatan Paspampres selama berjalan menuju Istana Negara.
Setibanya di Istana Negara, calon gubernur dan wakil gubernur diambil sumpah oleh Presiden dan dilantik dengan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2017 tentang Pengangkatan Sri Sultan dan Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Masa Jabatan Tahun 2017-2022
Acara pelantikan tersebut kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan yang hadir.
Sri Sultan usai proses pelantikan mengatakan saat ini ‘pintu’ Yogyakarta sedang menghadap ke Selatan. Dia mengatakan, rencana pembangunan lima tahun ke depan akan fokus pada penguatan bahari.
_”Yogyakarta relatif memiliki wilayah yang kecil. Terbatasnya lahan, membuat kemungkinan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan semakin sedikit. Saya ingin sebuah potensi baru di Selatan Yogyakarta. Yogya ini sekarang pintunya menghadap ke Selatan, dalam arti memprioritaskan Samudera Indonesia. Samudera Indonesia akan menjadi kekuatan baru bagi masyarakat Yogya,”_tukasnya.
Beberapa acara perayaan dalam rangka Mangayubagyo pasca pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY akan digelar oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.
Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Gatot Saptadi mengatakan jika masyarakat akan menggelar acara sebelum tanggal 16 Oktober dipersilakan, sementara untuk acara yang akan digelar pemda akan digelar pada 16 Oktober dan sesudahnya.
Agenda yang direncanakan meliputi taysakuran dan mujahadah yang akan digelar di dua tempat yakni Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman.Untuk tasyakuran dan mujahadah ini menurut Gatot bisa digelar di Masjid atau di Pegelaran Keraton.
Selain juga akan menggelar acara untuk lintas agama dengan *Forum Kerukunan Umat Beragama​ (FKUB)*yang kemungkinan akan digelar di Siti Hinggil Keraton.
“Kita juga akan menggelar kenduri, yang melibatkan masyarakat, ada di Kepatihan, pagi masyarakat malam untuk pejabat dan tokoh masyarakat.
“Selain juga akan ada kegiatan di lima kabupaten kota, tempatnya tersebar, salah satu yang kita ingat di Nglanggeran (Gunungkidul),” kata Gatot.
Pemimpin yang sejati dan ideal itu adalah pemimpin yang dapat menghasilkan pemimpin lagi di generasi berikutnya. Siapkah wahai kalian generasi muda memimpin Indonesia ???
Salam Mahasiswa Salam Bhinneka Tunggal Ika
đź”´RM_GSPL_05
#GERIMIS_BERITA
#BEM_FMIPA_UNY
#MIPA_BERSAHABAT
#DEPARTEMEN_SOSIAL_POLITIK
#GASPOLL
27
Sumber :
Mon. 2017. Seusai Dilantik, Sri Sultan : Pintu Jogja Sedang Menghadap ke Selatan. Ini Maknanya . Diakses di http://jogja.tribunnews.com/2017/10/11/seusai-dilantik-sri-sultan-pintu-jogja-sedang-menghadap-ke-selatan-ini-maknanya?page=2. Pada 14 Oktober 2017
Dnh. 2017. Rencana Perayaan Pelantikann Gubernur DIY, Mulai Tasyakuran Hingga Acara di Kabupaten Kota. Diakses di http://jogja.tribunnews.com/2017/10/11/rencana-perayaan-pelantikan-gubernur-diy-mulai-tasyakuran-hingga-acara-di-kabupaten-kota?page=all. Pada 14 Oktober 2017
Lufityanti. 2017. Pelantikan Gubernur dan Wagub DIY Periode 2017-2022 Berjalan Lancar, Ini Foto Lengkapnya. Diakses di http://jogja.tribunnews.com/2017/10/10/pelantikan-gubernur-dan-wagub-diy-periode-2017-2022-berjalan-lancar-ini-foto-lengkapnya Pada 14 Oktober 2017
Gambar :
Lufityanti. 2017. Pelantikan Gubernur dan Wagub DIY Periode 2017-2022 Berjalan Lancar, Ini Foto Lengkapnya. Diakses di http://jogja.tribunnews.com/2017/10/10/pelantikan-gubernur-dan-wagub-diy-periode-2017-2022-berjalan-lancar-ini-foto-lengkapnya Pada 14 Oktober 2017
by admin | Oct 10, 2017 | gerimis berita |
Aksi Mahasiswa Yogyakarta Indonesia Darurat Korupsi , Apa Saja yang Mahasiswa Jogja ini Lakukan ?
Ratusan mahasiswa Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Yogyakarta Antikorupsi menggelar aksi Indonesia darurat korupsi pada tanggal 6 Oktober 2017 lalu di perempatan Nol Kilometer Yogyakarta.
Aksi diawali dengan longmarch yang dimulai dari tempat parkir Abu Bakar Ali melewati Jl. Malioboro hingga titik nol kilometer.
Rangkaian Aksi terdiri dari Longmarch, Aksi Teatrikal Turunkan dan Adili Setnov, Puisi untuk Negeri, Pembacaan Sikap dari tiap Elemen, Orasi Politik Indonesia Darurat Korupsi, dan sebagainya.
Aksi tersebut bertujuan untuk memberi pencerdasan kepada masyarakat tentang kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia hari ini pasca putusan praperadilan yang menganulir status tersangka Setya Novanto (SN), selain itu juga menunjukkan sikap dari aliansi mahasiswa antikorupsi terhadap kejanggalan-kejanggalan pada hasil praperadilan.
“Aksi ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia.
Terutama pasca putusan praperadilan yang menganulir status tersangka Setya Novanto,” kata seorang perwakilan aksi, Rawa, Jumat (6/10/2017).
Dengan Aksi (6/10) lalu, Aliansi Mahasiswa Yogyakarta Antikorupsi menyatakan sikap,
- Menuntut Setya Novanto mundur dari jabatannya sebagai ketua DPR RI;
- Mendukung KPK dalam mengeluarkan surat perintah penyidikan baru untuk menjerat Setya Novanto berdasarkan bukti-bukti yang ada;
- Mendesak seluruh partai politik untuk konsisten mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi;
- Mendesak adanya perbaikan pengawasan perilaku hakim oleh Komisi Yudisial dan pengevaluasian kinerja hakim oleh Mahkamah Agung;
- Mendesak Mahkamah Kehormatan DPR RI untuk bersikap tegas terhadap setiap anggota DPR yang terlibat kasus Tindak Pidana Korupsi;
- Mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersatu, mendesak pemerintah dan penegak hukum agar berkomitmen dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, sekaligus menyerukan keadaan Indonesia darurat korupsi.
Bergeraklah para mahasiswa ketika suaramu tak lagi didengarkan, bergeraklah para mahasiswa ketika penderitaan rakyat semakin merajalela, bergeraklah para mahasiswa ketika tanahmu sedang ditindas, tapi yang paling penting bergeraklah para mahasiswa untuk mencegah semua itu tidak sampai dan tidak akan pernah terjadi di bumi pertiwi ini.
Salam Mahasiswa Indonesia. Salam Kejujuran !!!
RM_GSPL_05
#GERIMIS_BERITA
#BEM_FMIPA_UNY
#MIPA_BERSAHABAT
#DEPARTEMEN_SOSIAL_POLITIK
#GASPOLL
26
Sumber:
Hadi, Usman.2017. Ratusan Mahasiswa di Yogya Demo Tuntut Setnov Mundur. Diakses di
https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3673568/ratusan-mahasiswa-di-yogya-demo-tuntut-setnov-mundur . Pada 9 Oktober 2017
Hadi, Usman.2017. Ada Lomba Tangkap Belut dalam Aksi Tuntut Setnov Mundur. Diakses di
https://news.detik.com/jawatengah/3673692/ada-lomba-tangkap-belut-dalam-aksi-tuntut-setnov-mundur. Pada 9 Oktober 2017
Suara Jakarta.Co.2017. Ratusan Mahasiswa Jogja Aksi Tuntut Novanto Mundur, Dukung KPK Keluarkan Sprindik Baru. Diakses di http://suarajakarta.co/news/politik/ratusan-mahasiswa-jogja-aksi-tuntut-novanto-mundur-dukung-kpk-keluarkan-sprindik-baru/. Pada 9 Oktober 2017
Pers Release Aliansi Mahasiswa Yogyakarta Antikorupsi Tanggal 6 Oktober 2017
by admin | Oct 6, 2017 | gerimis berita |
Korupsi lagi. .korupsi lagi. .
Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman (ASW) sebagai tersangka korupsi pemberian izin usaha pertambangan nikel. Aswad diduga merugikan negara hingga Rp 2,7 triliun.
Pada keterangan persnya, Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang menjelaskan tersangka Aswad Sulaiman diduga menyalahgunakan wewenangnya saat menjabat sebagai Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Sehari sebelumnya, penyidik KPK menggeledah rumah Aswad di Jalan Lumba-Lumba, Kota Kendari. Setelah memeriksa selama lima jam, penyidik KPK membawa sejumlah dokumen dari kediaman tersangka.
Mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman diduga menerima kickback (uang terima kasih) atas pemberian izin usaha pertambangan nikel di Kabupaten Konawe Utara tahun 2007-2014 dari sejumlah pengusaha tambang di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
“Pasal yang digunakan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 tekait dengan izin pertambangan. Diduga terjadi apa yang kita sebut dengan kickback yang berhubungan dengan pemberian izin tersebut,” ujarJuru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (4/10/2017).
Febri menduga, penerimaan imbal balik (kickback) oleh Aswad melalui transfer rekening kerabatnya. Hal tersebut terjadi tidak hanya satu kali. Menurut Febri, pihaknya kini tengah mendalami dugaan tersebut.
“Pemberian kickback tersebut diindikasikan dilakukan melalui orang-orang tertentu, orang dekat tersangka melalui transfer yang dilakukan berulang kali,” kata dia.
Karena itu, saat ini KPK juga tengah membidik perusahaan-perusahaan yang ikut terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat eks Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman.
Akibat perbuatannya itu, Aswad merugikan negara hingga Rp 2,7 triliun, atau lebih banyak dari kerugian negara dalam kasus korupsi E-KTP, yakni Rp 2,3 triliun.
Beberapa tahun lalu, Aswad Sulaeman juga sempat tersandung kasus korupsi pembangunan Kantor Konawe Utara. Namun majelis hakim yang memimpin sidang memvonis bebas Aswad.
Mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman‎ dikabarkan tidak terima ditetapkan tersangka korupsi dan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aswad berencana mengajukan gugatan praperadilan.
“Ada satu-dua yang permohonannya diterima, tapi tentu ‎seluruh praperadilan itu kami hadapi,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (5/10/2017).
Ia mengatakan tidak ada persiapan khusus. KPK akan memperlakukan sama semua praperadilan yang diajukan setiap tersangka.
Bertanggung jawab lebih berat daripada melepasnya, tapi tak bertanggung jawab lebih berat konsekuensinya dari pada menanggung tanggung jawab. Melihat para wakil rakyat yang tak siap menanggung amanah yang diberikan , siapkah kalian wahai generasi muda untuk memikulnya kelak ???
RT GSPl 07
#GERIMIS_BERITA
#BEM_FMIPA_UNY
#MIPA_BERSAHABAT
#DEPARTEMEN_SOSIAL_POLITIK
#GASPOLL
25
Sumber :
Ditta.2017.Kumpulan Kata Kata Bijak Tanggung Jawab. Diakses di https://katabijakbagus.com/kata-bijak-tanggung-jawab/ pada 6 Oktober 2017
Fatmawati, Nur Indah.2017.KPK Telusuri Perusahaan Tambang Penyuap Eks Bupati Konawe Utara. Diakses di https://news.detik.com/berita/d-3669209/kpk-telusuri-perusahaan-tambang-penyuap-eks-bupati-konawe-utara?_ga=2.257534787.9580796.1507282159-1999934086.1507282159 pada 6 Oktober 2017
Gabrillin, Abba.2017.Melebihi Kasus E-KTP, Eks Bupati Konawe Utara Rugikan Negara Rp 2,7 Triliun. Diakses di http://nasional.kompas.com/read/2017/10/03/18150741/melebihi-kasus-e-ktp-eks-bupati-konawe-utara-rugikan-negara-rp-27-triliun  pada 6 Oktober 2017
Rozie, Fachrur.2017. KPK: Eks Bupati Konawe Utara Diduga Terima Suap Melalui Kerabat. Diakses di http://news.liputan6.com/read/3117949/kpk-eks-bupati-konawe-utara-diduga-terima-suap-melalui-kerabat?source=search pada 6 Oktober 2017
Rozie, Fachrur.2017. KPK Siap Hadapi Praperadilan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman. Diakses di http://news.liputan6.com/read/3118561/kpk-siap-hadapi-praperadilan-bupati-konawe-utara-aswad-sulaiman?source=search pada 6 Oktober 2017
Gambar dikutip dari https://www.kompasiana.com/rico.hermanto/korupsi-remisi-atau-hukuman-mati_5530173a6ea83440238b45cf