Pandhawa #4

Pandhawa #4

Telah dilaksanakan Pandhawa #4 tentang Gagasan Politik dari Saintis Muda Untuk Keberlanjutan FMIPA pada hari Senin, 4 Desember 2023.

Pentingnya Mahasiswa Harus Tercerdaskan oleh Politik

Politik merupakan usaha yang dapat dilakukan bersama dengan konteks yang lebih luas, yaitu golongan ataupun mahasiswa. Kecerdasan berpolitik dalam mahasiswa itu sangat penting karena menjadi satu langkah awal yang baik terhadap pengawalan isu maupun menyuarakan pendapatnya.

Menurut Saudara Akhdaan, skala tercerdaskannya mahasiswa FMIPA UNY oleh politik berada di angka 7, sedangkan menurut Saudara Okta berada di angka 7,5 yang mana memiliki arti mahasiswa FMIPA UNY cukup melek terhadap isu politik yang ada. Hanya saja peningkatan dan perbaikan tetap perlu dilakukan terutama dalam pengolahan isu yang diterima agar mendapat skala yang lebih baik.

Cara Meningkatkan Kesadaran Terhadap Isu Sosial dan Politik Mahasiswa FMIPA

Hal yang pertama dapat dilakukan adalah melaku- kan riset terlebih dahulu mengenai problem di FMIPA. Apalagi dengan stigma yang terkenal bahwasanya mahasiswa FMIPA adalah mahasiswa yang ‘ambis’. Maka dari itu, menurut Akhdaan selaku pembicara 1, “Kita perlu mengambil isu-isu diskusi terkait pendidikan, lalu apabila isu tersebut memiliki potensi untuk dibahas secara berkelanjutan, maka akan diangkat menjadi topik seminar tentunya dengan pembicara yang berkompeten agar diskusi berjalan lebih terarah. Tidak hanya itu, pengemasan isu melalui konten baik digital maupun konvensional perlu dilakukan.” Tidak hanya itu, Saudara Akhdaan pun nantinya akan mengadakan kolaborasi sesuai dengan tema yang digagas.

Adapun menurut Okta selaku pembicara 2 yaitu me-lalui pengadaan forum, podcast, dan propaganda media. “Langkah tersebut merupakan langkah yang bagus, namun dirasa masih kurang ketika tidak menggagas kasus yang terjadi secara langsung, sehingga yang terjadi adalah tangkapan informasi yang tidak sama. Maka nantinya tidak hanya teman-teman BEM yang bergerak, melainkan dari mahasiswa juga, sehingga lebih terarah. Nantinya pun, jika kasus serupa terjadi, maka kita sudah punya bekal dari kasus-kasus sebelumnya.”

Sekilas Terkait Gagasan yang Dibawakan untuk FMIPA UNY

Gagasan yang dibawakan tentunya berasal dari keresahan yang dirasakan. Saudara Okta mengatakan nantinya akan memulai dari diri sendiri, selanjutnya ke ranah pemangku ormawa dan para mahasiswa. “Gerakan ini nantinya untuk kebaikan bersama dan dilakukan bersama-sama. Ketika kita sudah bersama, kita optimalkan perkembangan mahasiswa, lalu juga dari BEM akan mengembangkan pengetahun politik dan pengadvokasian, sehingga harapannya bisa saling terwadahi.”

Sementara itu, Saudara Akhdaan mengungkapkan bahwa gagasan dikemas melalui Aksi Nyata. “Dalam pelaksanaannya, Aksi Nyata akan meningkatkan internal BEM, perkembangan potensi mahasiswa, aksi pengawalan isu-isu, aksi advokasi, dan aksi kebersamaan.”

Gagasan-gagasan yang dibawakan oleh kedua putra terbaik FMIPA UNY ini tentunya membutuhkan bantuan dan uluran tangan dari Saintis Muda untuk merealisasikannya.

Simak pembahasan selengkapnya : https://bit.ly/Notulensi_Pandhawa

Forum Konsolidasi #4

Forum Konsolidasi #4

Telah dilaksanakan Forum Konsolidasi #4 tentang Kartu Kuning di Akhir Tahun Untuk FMIPA (Fasilitas dan Kekerasan Seksual) pada hari Jumat, 24 November 2023.

Pembacaan Fasilitas di Akhir Tahun

Menurut hasil survei, 45,3% tidak menyetujui dan 28,3% kurang menyetujui bahwa ruang sidang baru di Gedung D.07 FMIPA UNY untuk tidak dipakai S1 dan ormawa karena ruang sidang tersebut diprioritaskan untuk S2 dan S3. Berikutnya, BEM KM UNY menjelaskan, saat mahasiswa ada kendala terkait fasilitas dan tarif layanan, silahkan lapor dengan data real dengan beberapa step-nya, dari lapor ke BEM Fakultas hingga BEM KM sesuai dengan peraturan yang ada. Semenjak PTNBH, perihal fasilitas kampus tidak bisa dihindarkan dan kemungkinan tahun depan ada kenaikan tarif layanan. Dari fakultas wajib mengawal hal tersebut.

Apa Saja yang Diperjuangkan?

Pada forum konsolidasi sebelumnya, dihasilkan rekomendasi untuk pengumpulan data dan pengawalan proses fasilitas jangka pendek, menengah, dan panjang. Terkait pengawalan jangka panjang, ada pembaruan Gedung Sekre Ormawa yang dilaksanakan pada tahun 2024. Ada pembangunan besar-besaran, sehingga untuk lokasi mobilitas sementara akan dipindahkan. Dalam proses berlangsungnya pembangunan fasilitas jika ada yang masih kurang bagi mahasiswa FMIPA, Doni Setyawan selaku Ketua BEM FMIPA UNY mengatakan, “Akan kita report keluhan secara kontinu. Selain itu, terkait komersialisasi pendidikan belum terdapat produk hukum lainnya. Kita sepakat dalam hal mengawal komersialisasi tersebut.”

Arinda selaku Menteri Analisis Perguruan Tinggi dan Kebijakan Kampus BEM KM UNY mengungkapkan bahwa contohnya pada FIKK seperti fasilitas yang disewakan untuk mendapatkan keuangan lebih, itu merupakan income generating terbesar dari Universitas Negeri Yogyakarta. Bahkan, penyumbang pendapatan terbesar UNY berasal dari FIKK.

Hoaks yang Mengatasnamakan Kekerasan Seksual

Pada kasus HOAKS yang menimpa salah satu staf BEM FMIPA UNY, pelaku pada kasus ini merupakan salah satu mahasiswa dari Departemen Pendidikan Biologi angkatan 2022. Himabio menerangkan bahwa pelaku sering melakukan hal aneh, tetapi tidak berekspetasi melakukan hal tersebut kepada staf BEM FMIPA UNY. Menanggapi kasus tersebut, banyak netizen tidak pro kepada pihak terfitnah. Bahkan, mahasiswa FMIPA ataupun ormawa masih ada yang mentah terhadap kecerdasan dalam menerima informasi di media sosial.

Demi menekan masalah pada kasus tersebut, UKMF Hancala menyatakan pendapat bahwa, “Kita harus tahu alasannya, apa yang harus kita lakukan, dan bagaimana untuk mencegah hal serupa itu supaya tidak kembali booming dan tidak tereksplor. Bahkan kita saja tidak berani buat speak up, sehingga tidak percaya pada kasus tersebut. Dengan ini, kita bisa mencegah dan menangani, serta mencari tempat informasi valid tanpa campur tangan BEM, sehingga kita harus mempunyai wadah informasi yang jelas.” Adapun salah satu mahasiswa Depdik Matematika menyarankan untuk sistem terintegrasi cepat dapat dilakukan dan ditangani. BEM FMIPA UNY tidak dapat bergerak sendiri dalam kasus ini dan semua ormawa harus bergerak bersama secara searah.

Perlu ditekankannya pernyataan sikap sebagai berikut:

  • Memastikan fasilitas, tarif layanan, dan kekerasan seksual menjadi bagian isu utama yang amanah untuk tetap dikawal oleh kepengurusan BEM periode selanjutnya.
  • Mengutuk keras segala tindakan kekerasan seksual dan menjamin penuh untuk keberpihakan terhadap korban.
  • Mendorong birokrasi untuk mereformasi Satgas PPKS menjadi sistem yang terintegrasi, mulai dari tingkat universitas hingga menjangkau ke komite kelas.
  • Menggencarkan sosialisasi dan SOP terkait pelaporan dan penanganan kekerasan seksual di UNY.
  • Mendukung penuh proses hukum yang sedang berlangsung hingga final pembacaan putusan sidang.
  • Mengutamakan prinsip cerdas dan bijak dalam menerima informasi dari media sosial.

Simak pembahasan selengkapnya :

https://bit.ly/NotulensiKonsolidasi4

GEMAR #2

GEMAR #2

BEM FMIPA UNY bersama Laskar Bersinar mengadakan kegiatan GEMAR (Gerakan MIPA Mengajar) pada tanggal 08 Oktober 2023 dan 29 Oktober 2023. Kegiatan ini bertempat di Balai Kampung Pringgokusuman bersama Komunitas Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang dengan mengadakan kegiatan berupa eksperimen sains dan pemberian motivasi terkait cita-cita.

MIPA Peduli : Kunjungan Panti #2

MIPA Peduli : Kunjungan Panti #2

BEM FMIPA UNY bersama Laskar Bersinar dan Sekolah Eksekutif Legislatif 2023 mengadakan kunjungan panti sebagai rangkaian kegiatan MIPA Peduli pada Sabtu, 28 Oktober 2023. Kegiatan kali ini bertempat di Panti Asuhan Mukti Insani, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY bersama teman teman yang yang hebat dengan salah satu kegiatannya membuat cap tangan diatas kain.

Forum Konsolidasi #3

Forum Konsolidasi #3

Telah dilaksanakan Forum Konsolidasi #3 tentang Info Kabar Terkini Fasilitas dan Tarif Layanan pada hari Senin, 16 Oktober 2023.

Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya FMIPA UNY telah menjabarkan beberapa janji untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan di kampus. Ini mencakup progres jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Progres jangka pendek melibatkan pembangunan lift, pembaruan kursi, dispenser air minum, dan pembangunan ruang sidang/rapat baru. Program jangka menengah mencakup pembaruan alat-alat dan bahan-bahan setiap tahun. Adapun progres jangka panjang melibatkan pembicaraan terkait pembangunan gelanggang ormawa baru.

Berdasarkan diskusi forum terkait ke-resahan dari tiap ormawa dan mahasiswa FMIPA, hampir setiap departemen dan ormawa mengeluhkan kembali per- masalahan yang sama yaitu terkait sarana dan prasarana. Terkait layanan alat instrumen di laboratorium FMIPA, adanya isu rencana kenaikan tarif layanan untuk alat penelitian dan peminjaman keluar Civitas Akademika FMIPA UNY dengan alasan rasa kekhawatiran terhadap tarif alat dan bahan dengan harga yang murah dibandingkan di universitas lain.

Berdasarkan diskusi terkait arah gerak dalam menanggapi isu-isu, terdapat beberapa keresahan diantaranya terkait komersialisasi pendidikan, permasalahan UKT, dan transparansi dana. Meskipun sudah ada usaha terkait penyampaian transparansi anggaran dan realisasi dana dari jajaran dekanat FMIPA UNY, namun masih belum ada kejelasan. Pihak birokrasi pun masih belum tanggap dalam menanggapi kejelasan penetapan UKT mahasiswa.

Terkait arah gerak ini, sejumlah langkah/ tindakan diusulkan dan diambil untuk menangani isu-isu tersebut:

  • Kumpulkan data riil yang kemungkinan dapat memperkuat data kajian berupa survei langsung kepada mahasiswa terkait fasilitas dan tarif layanan di FMIPA UNY.
  • Pengawalan terhadap proses realisasi peningkatan fasilitas, baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.
  • Pastikan tarif layanan di FMIPA UNY tidak ada penambahan atau kenaikan yang signifikan pada tahun 2024.
  • Tindak lanjuti penggunaan fasilitas ormawa FMIPA UNY yang belum terklarifikasi

Selengkapnya dapat diakses pada https://bit.ly/NotulensiKonsolidasi3

MIPA Mengabdi #1

MIPA Mengabdi #1

Bergotong-royong untuk Grogol yang lebih hijau dan bersih. Acara MIPA Mengabdi BEM FMIPA UNY bersama Laskar Bersinar pada Hari Sabtu, 14 Oktober 2023, membawa Ecobrik sebagai sarana untuk menciptakan perubahan positif.

MIPA Peduli : Kunjungan Panti #1

MIPA Peduli : Kunjungan Panti #1

BEM FMIPA UNY bersama Laskar Bersinar mengadakan kunjungan panti sebagai rangkaian kegiatan MIPA Peduli pada Minggu, 17 September 2023. Kegiatan kali ini bertempat di Rumah Singgah Kasih Bunda Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY bersama adik-adik pasien kanker yang hebat dengan salah satu kegiatannya membuat ecoprint.

Berbagi Nasi #4

Berbagi Nasi #4

BEM FMIPA UNY bekerja sama dengan Nasi Pejuang mengadakan kegiatan berbagi nasi sebanyak 53 porsi pada Jumat, 1 September 2023 kepada Saudara kita yang membutuhkan seperti tukang becak, pemulung, dan tukang sampah di daerah sekitar Universitas Negeri Yogyakarta.

Pandhawa #3

Pandhawa #3

Telah dilaksanakan Pandhawa #3 tentang Bobroknya Kurikulum : Indonesia Krisis Moral Tenaga Pendidik dan Peserta Didik pada hari Jumat, 1 September 2023.

Krisis Moral di Indonesia

Krisis moral di Indonesia bukanlah masalah yang selalu berhubungan dengan seks dan reproduksi, namun suatu yang lebih luas dari itu. Salah satu contohnya yaitu pada sebuah video dimana dalam festival budaya atau karnaval terdapat mobil yang membawa singkong dengan ukuran cukup besar, namun yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab adalah “mengambil“ singkong tersebut dengan tersenyum.

Pada kasus lain, di salah satu kota di Jawa Timur dalam sebuah kirab budaya terdapat mobil pick up lewat membawa bawang merah, mirisnya banyak warga “menjarah” bawang tersebut.

Krisis Moral Tenaga Pendidik di Indonesia

Di Pangandaran, ada juga dimana seorang tenaga pendidik yang ketagihan bermain judi slot dan menjual hingga 26 komputer sekolah untuk “memuaskan hasrat” bermain slotnya.

“Sekali lagi, kita memperluas sudut pandang kita mengenai krisis moral ini. Jika kita melihat krisis moral hanya seks saja, maka kasus-kasus bejat lainnya seperti korupsi, penjarahan, penipuan, penghasutan, penyalahgunaan jabatan, dan masih banyak lagi tidak akan diprioritaskan,” kata Guru Gembul sebagai pemantik pertama.

Mengenai Kurikulum Pendidikan di Indonesia?

Indonesia masih dalam peringkat atas dalam urusan korupsinya dan ternyata banyak orang yang berpendidikanlah melakukan hal tersebut. Berbagai faktor yang mendukung bobroknya pendidikan di Indonesia adalah terdapat pendidik yang tidak layak mendidik peserta didiknya. Banyak pendidik yang tidak menguasai atau tidak memahami materi yang akan disampaikan secara mendalam. Kurikulum di Indonesia tidaklah buruk jika kita lihat di atas kertas, namun ketika diimplementasikan di lapangan, penyelenggara pendidikan tidak bagus dalam mengelolanya.

Mengenai Kurikulum Merdeka di Indonesia Saat Ini?

Saat sesi diskusi, salah seorang mahasiswa FMIPA UNY menyampaikan bahwa ketika melihat ke berbagai sisi, kita dapat melihat bahwa sebenarnya kurikulum bukanlah hal yang paling utama dalam menciptakan kualitas manusia Indonesia. Hal yang utama saat ini adalah moral dan mental dari penyelenggara pendidikan tersebut. Sudah terdapat kelompok-kelompok masyarakat yang juga bergerak di bidang perbaikan moral ini, namun kita tidak boleh menutup mata jika memang masih terdapat anak muda atau peserta didik saat ini yang suka berlebihan atau “berfoya-foya” dan juga terdapat kelompok tertentu yang hingga merugikan negara.

Krisis moral tenaga pendidik dan peserta didik di Indonesia bukanlah sepenuhnya karena globalisasi jika kita tidak melihat hanya seks sebagai patokan terjadinya krisis moral!” ujar Guru Gembul.

Simak pembahasan selengkapnya :

https://bit.ly/notulensipandhawabobroknyakurikulum

https://bit.ly/recordzoompandhawa03