LAGUNA PENGKLIK, DESTINASI MENARIK YANG KURANG DILIRIK


Hallo Sobat Pusaka šŸ™‚

Pasukan Pusaka kembali hadir dengan artikel yang informatif, unik, menarik, dan pastinya cocok untuk kalian para saintis muda FMIPA UNY yang kece-kece badai…

Sst, ada yang sudah pernah main ke Laguna Pengklik nggak, nih?Ā  Atau jangan-jangan masih asing dengan namanya? Untuk kalian yang belum tahu, Pasukan Pusaka akan kasih infonya.Ā  Yuk, langsung simak artikelnya.

11 November lalu, Pasukan Pusaka mengunjungi Laguna Pengklik yang lokasinya bersisian dengan Pantai Samas. Destinasi wisata ini dibuka sekitar 5 tahun lalu dan masih tergolong baru. Untuk menikmati wisata ini, pengunjung hanya dikenai biaya retribusi parkir sebesar Rp2000,00. Ikon dari objek wisata ini adalah rumah apung, berupa saung-saung kecil dari bambu yang mengapung di atas permukaan laguna. Rumah apung didirikan sebagai tempat bersantai dan menikmati hidangan yang dapat dipesan dari restoran.

Laguna Pengklik ramai dikunjungi di akhir pekan. Biasanya terdapat wahana kereta mini yang dapat mengantarkan pengunjung berkeliling dan menikmati pemandangan di sekitar laguna. Destinasi ramah keluarga ini juga menyediakan beberapa fasilitas permainan anak seperti jungkat-jungkit dan perosotan. Namun, kondisi permainan yang disediakan cukup buruk dan tampak kurang aman akibat kerusakan pada beberapa sisi. Menurut keterangan warga, permainan yang ada belum pernah diperbanyak jumlah dan jenisnya ataupun diperbaiki sejak pertama kali ditambahkan. Terdapat pula beberapa pedagang yang menjajakan mainan anak serta penyewaan mainan memancing dan mandi bola.

Selain menjadi wisata ramah keluarga, laguna ini seringkali dijadikan lokasi kemah, acara reuni, observasi, hingga KKN, dan sebagainya. Terdapat sebuah gedung yang dapat disewa sebagai lokasi acara. Sayangnya, perawatan dan pengelolaan gedung bercat biru itu dinilai masih cukup buruk. Gedung hanya dibersihkan oleh petugas saat akan disewa. Pada beberapa sisi gedung nampak pula lapisan cat yang mulai mengelupas. Ā Dinding kamar mandi yang disediakan pun terlihat dipenuhi lumut-lumut hijau.

Daya tarik lain dari laguna ini adalah airnya yang merupakan campuran dari air tawar dan air asin sehingga banyak dijumpai ikan. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para pecinta memancing. Mural-mural indah yang digambar pada bagian bawah undakan juga mempercantik destinasi wisata ini. Sangat cocok bila dijadikan latar belakang saat mengambil gambar.

Bagi pengunjung yang belum puas dengan keindahan laguna, tersedia pula jembatan penyeberangan menuju pantai. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp5000,00, pengunjung sudah dapat mencapai pantai melalui jembatan yang didirikan secara swadaya oleh masyarakat setempat.Ā  Sedangkan, bagi para pemburu sensasi dapat mencoba menyewa kapal dan mengarungi laguna selama kurang lebih 30 menit. Tarif yang dikenakan untuk sewa kapal hanya Rp10.000,00 per orang.

Saat berlibur, tak lengkap rasanya bila tak mencicipi kuliner yang dijajakan. Begitu pula di Laguna Pengklik. Selain restoran yang dikelola pemerintah desa, ada juga beberapa pedagang yang menjajakan kuliner seperti ubi, nasi kuning, nasi campur, susu kedelai, jus buah, bakso kuah, harum manis, dan berbagai minuman dingin. Terdapat pula pedagang yang menawarkan souvenir sebagai kenang-kenangan kepada para pengunjung.

Sebagai destinasi wisata, pengembangan Laguna Pengklik masih dirasa sangat kurang. Mulai dari promosi dan publikasi yang minim, akses jalan yang kecil dan melalui area persawahan, wahana yang kurang variatif, serta fasilitas yang kurang memadai. Masyarakat sekitar berharap agar pengelola -yang mana adalah pemerintah desa- lebih memperhatikan dan mengembangkan Laguna Pengklik agar dapat menjadi destinasi wisata populer yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar dan menambah pemasukan daerah.

 

 

Kawan Pusaka

 

 

SAMAS, PANTAI YANG LEKANG OLEH WAKTU

Siapa nih sobat pusaka yang suka pantai? Sudah pernah ke Pantai Samas belum? Kalau belum, yuk simak informasi tentang pantai berpasir hitam ini. Artikel kali ini akan mengulas kunjungan Pasukan Pusaka ke Pantai Samas pada 11 November lalu.

Pantai Samas yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta ini pertama kali dibuka sebagai destinasi wisata sekitar tahun 1970-an. Namun, pantai yang dulunya eksis ini sekarang sudah kalah pamor dengan pantai di sekitarnya, contohnya saja Pantai Goa Cemara. Dulunya, Pantai Samas seringkali dijadikan tempat pengambilan gambar untuk video klip bahkan menjadi latar produksi film ā€œBernafas dalam Lumpurā€. Eksistensi Pantai Samas dirasa menurun sejak pengelolaannya diambil alih oleh pemerintah daerah setelah sebelumnya dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Terdapat beberapa hal yang dirasa menyebabkan menurunnya minat wisatawan terhadap pantai ini. Misalnya, kurang tersedianya wahana, fasilitas, dan infrastuktur yang memadai. Kegiatan yang dapat dilakukan di pantai ini juga dirasa kurang variatif. Berdasar fakta di lapangan, tidak terlihat adanya pohon-pohon peneduh di sepanjang pantai. Sebenarnya masyarakat setempat sudah mengusahakan untuk menanam pohon sebagai peneduh agar para wisatawan tidak kepanasan. Namun, struktur tanah yang kurang sesuai mengakibatkan pohon-pohon tidak dapat tumbuh dengan baik dan mudah tergerus ombak pantai. Minimnya promosi dan publikasi juga dinilai memengaruhi minat wisatawan. Selain itu, pengembangan Pantai Samas terhambat sebab kurangnya atensi dari pemerintah daerah sendiri. Sedangkan di sisi lain, masyarakat tidak dapat mengembangkan pantai karena terjerat peliknya masalah perijinan.

Pemerintah daerah sendiri sesekali berkunjung sekaligus mengadakan observasi ke Pantai Samas. Namun, hingga kini belum juga ada tindak lanjut yang dilakukan untuk mengembangkan pantai ini. Pemerintah dinilai tebang pilih dengan lebih memprioritaskan pengembangan pantai lain seperti Pantai Goa Cemara dan Pantai Parangtritis.

Meski tidak sepopuler dulu, sampai sekarang Pantai Samas masih dikunjungi wisatawan. Biasanya wisatawan yang berkunjung akan berswafoto di bangunan yang dibangun secara swadaya oleh pemuda setempat dengan membayar retribusi sebesar Rp5000,00. Kegiatan lain yang biasa dilakukan di pantai ini yaitu memancing ikan dan berolahraga jogging. Wisatawan seringkali datang pada pagi hari karena kondisi udara yang masih segar dan cuaca panas yang belum menyengat terik. Selain itu, kondisi lingkungan yang baik ini acap kali menjadi incaran para pasien yang sedang dalam masa terapi pemulihan penyakit paru.

Dewasa ini, hanya sedikit masyarakat asli setempat yang masih bertahan dan tinggal di sekitar Pantai Samas. Mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani dan nelayan yang mana menyesuaikan musim yang belangsung. Pada musim tani, mereka akan bercocok tanam. Setelah masa panen usai, akan beralih profesi dan melaut. Di pantai terlihat beberapa kapal nelayan yang berlabuh. Biasanya, hasil laut yang diperoleh akan dijual di tempat pelelangan ikan yang berada tak jauh dari lokasi pantai.

Gimana informasi kali ini? Menarik, kan? Yuk, bersama-sama main ke Pantai Samas dan kembalikan lagi eksistensi pantai cantik ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, byeee 😊

Oops, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan di manapun kalian berada ya teman-teman, hehee.

 

Kawan Pusaka

Kami , Masih Berjuang

Perjuangan itu masih ada.

Masih berhembus hingga saat ini.

Semangat perjuangan itu masih ada,

Masih menyusup diantara denyut nadi.

 

Merdeka !

Hanya satu kata itu yang diperjuangkan,

Satu kata yang memiliki ribuan kobaran semangat

Satu kata yang memiliki nilai mendalam tentang perjuangan yang tidak seharusnya diakhiri.

 

Bukan tentang mengenang, bukan tentang mengenal, tapi tentang bagaimana kita bisa berjuang bersama-sama dalam meraihnya.

Bukan tentang siapa, bukan tentang dari mana, bagaimana sifatnya.

 

Dalam sebuah perjuangan, tidak ada kata berbeda.

Dalam sebuah perjuangan tidak peduli tentang beda,

Demi merdeka, demi perjuangan, demi Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

Sleman, 10 November 2019

 

Khichand Lee

Yang Muda, Yang Berkarya

Pemuda dalam pembangunan adalah kolaborator dan inisiator, bukan obyek dan target. Mereka adalah masa depan Indonesia-Bambang Brodjonegoro

Langkah itu menapak dengan yakin. Pada sebuah jalan yang terjal, seorang pemuda hadir untuk menjawab tantangan. Konon katanya, jalan terjal itu begitu rumit dan sulit, begitu panjang dan melelahkan. Banyak orang melaluinya, banyak yang mencapai ujung jalan, tapi tidak sedikit pula yang memilih menyerah. Rumit, konon katanya seperti itu.

Perlahan, satu persatu dari pemuda yang berani, melangkahkan kakinya melalui jalan terjal, ada yang terjatuh, ada yang terjerembab, ada yang begitu perkasa, ada juga yang membutuhkan uluran tangan. Ada yang begitu optimis, ada juga yang melebihi kata pesimis.

Hey, Bung! Ini belum seberapa. Perjalanan kita masih panjang dan harapan banyak ada pada pundak kita. Dunia masih berproses untuk bercahaya dan untuk bercahaya membutuhkan sebuah energi.

Hey, Bung! Mari berjuang lebih banyak lagi. Tentang rakyat yang ingin kau perjuangkan, tentang hak-hakmu yang begitu kau rindukan, tentang perjuanganmu melawan ketidakadilan, tentang langkah kakimu yang begitu berani mengagungkan nama kebebasan. Yakinkan langkahmu, untuk melewati jalan terjal yang konon katanya mengerikan itu, Bung. Jika banyak orang yang bisa melaluinya atau gugur dalam kenangan karena perjuangan, maka seharusnya kau juga bisa melakukannya. Entah nanti kau akan berhasil atau gugur di dalam kenangan banyak orang.

Tahun 1928. Atas kesadaran penuh, mengingat bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa berjuang sendiri, pemuda memilih membentuk aliansi, mengucapkan ikrar janji yang kemudian kita kenal hingga saat ini sebagai Sumpah Pemuda. Usia sumpah itu sudahlah tua, 91 tahun lamanya dikenang dan diikrarkan berulang. Demi persatuan, demi negara, demi bangsa dan demi keutuhan negara.

63,82 juta dari 265 juta penduduk Indonesia adalah pemuda. Pemuda yang beragam latar belakang dan nasibnya, pemuda yang berbeda sudut pandangan dan masa depannya, pemuda yang memang diciptakan dengan karakter dan visi misi yang berbeda. Pemuda dengan segala macam dinamikanya.

Satu demi satu, yang muda , yang bersinar, yang berkarya mulai bermunculan. Mulai dari prestasi positif atau bahkan prestasi penuh sensasional. Mulai dari yang menjadi pioneer kebaikan atau biang kerok sebuah permasalahan. Mulai dari yang menjaga hati hingga yang menjaga nyawa pun tak mampu.

Pemuda. Indah sekali rangkaian hurufnya, menggambar sosok tangguh yang sedang bergelora, diselimuti semangat perjuangan untuk merangkai masa depan. Pemuda, elok sekali rangkaian diksinya, ribuan jumlahnya dan beragam karakternya. Pemuda, dengan gelora sebesar itu, dengan semangat juang yang sedemikian rupa membaranya. Pemuda, akh sayang sekali, bahkan makna persatuan pun terasa sulit untuk digapai.

Apa kabarmu, wahai pemuda?

Masihkah ada rasa persatuan itu lagi untuk mengucapkan sumpah bersama-sama? berjuang dalam satu garis terdepan, menjadi tameng untuk negara dalam bertahan.

Ā 

Kami Putra dan Putri Indonesia,mengaku bertumpah darah satu,tanah air Indonesia

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia

Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

 

Yogyakarta, 28 Oktober 2019

Khichand Lee

Sumber : Badan Pusat Statitik.2018.Statistik Pemuda Indonesia 2018. Jakarta:BPS

Ā 

BEMIPAPAMIT

LPJ BEM FMIPA UNY (OK)

Terimakasih atas kerja sama semua pihak dalam pelaksanaan tugas. Terimakasih kepada mahasiswa FMIPA UNY yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk melaksanakan amanah ini serta doa-doanya. Sehingga kami dapat menjalankan tugas ini dengan ringan dan menyenangkan. Terimakasih kepada semua pihak atas kritik dan sarannya, shinga kami dapat terus tumbuh dan memperbaiki diri.

Untuk seggala jerih dan peluh

Untuk segala rasa yang tidak pernah bisa dideskripsikan begitu saja

Terimakasih sudah membersamai dititik ini

Sebuah titik tanpa titik

Ada Sebuah Penantian di ruang rindu yang dipersiapkan

Jika terimakasih dengan cara mendoakan, maka cinta terbaik dengan cara memaafkan

Dengan seuntai terimakasih terbaik dan cinta segenggam cinta terbaik

BEMIPAMIT

Sidang Paripurna DPD RI Ricuh

Pantaskah Sidang Dewan TerhormatĀ  Ricuh ? Gerangan apa yang terjadi?

Senin (3/4) sidang paripurna DPD RI berlangsung ricuh. Kericuhan dipicu oleh salah satuĀ  Anggota DPD _Ahmad Nawardi_ maju ke atas podium dan mengambil alih pengeras suara. Anggota DPD _Muhammad Afnan Hadikusumo_ kemudian bergegas ke arah podium karena tidak terima Nawardi mengambil alih podium di pertengahan sidang. Langkah Afnan yang naik ke atas podium terhenti karena ia sempat ditarik hingga terjatuh dari atas panggung podium oleh Anggota DPD Benny Rhamdani. Suasana pun semakin memanas dan keduanya sempat dilerai oleh petugas keamanan.

 

Akar dari permasalahan ini ialah penolakan sebagian besar anggota DPD terhadap kepemimpinan Ketua DPD Mohammad Saleh yang diwakilkan oleh Hemas dan Farouk Muhammad. Rapat paripurna kali ini sedianya membaca putusan Mahkamah Agung yang membatalkan. Peraturan Tata Tertib DPD Nomor 1 Tahun 2017 bahwa berdasarkan putusan MA, tidak akan ada pergantian pimpinan DPD. Sebab, dalam putusan MA dijelaskan bahwa masa jabatan pimpinan DPD tetap 5 tahun.

 

Tetapi, sebagian anggota DPD tidak menerima hal tersebut, sebagian anggota merujuk pada Peraturan Nomor 1 Tahun 2016 tentang Tata Tertib DPD. Menurut aturan ini, masa jabatan pimpinan DPD adalah 2,5 tahun. Sehingga pada sidang paripurna kali ini harus digelar pergantian pimpinan. Perdebatan inilah yang memicu kericuhan. Masing-masing anggota DPD berkukuh pada pendapatnya masing-masing.

 

Berkaca pada amanah yang telah rakyat titipkan, sesungguhnya kasus ini tidak pantas terjadi. Para dewan terhormat harus merenung kembali mengenai esensi dari tugas yang mereka wakili bukan tugas untuk kepentingan pribadi

 

“Hai generasi yang cerdas! jadikanlah kasus ini menjadi pembelajaran. Bahwa, jangan jadikan ego diri diatas tahta nurani Ingatlah kala esok mandat itu dititipkan kepada kita, kita tlah siap. Siap menyosong bumi pertiwi menjadi bumi dambaan rakyat”

 

UFO GSPL 06

 

Sumber bisa di lihat di : http:

 

#GERIMISBERITA

#BEM_FMIPA_UNY

#DEPT_SOSIAL_POLITIK

Sumber:

https://kumparan.com/ananda-wardhiati-teresia/putusan-ma-pemicu-ricuhnya-sidang-paripurna-dpd

http://aceh.tribunnews.com/2017/04/03/begini-kronologis-sidang-paripurna-dpd-ri-yang-berakhir-ricuh

http://www.tribunnews.com/nasional/2017/04/03/panas-dan-ricuh-sidang-paripurna-dpd-ri

http://nasional.kompas.com/read/2017/04/03/19022861/ricuh.rapat.dpd.anggota.ini.tarik.rekannya.dari.podium.hingga.jatuh