Sidang Paripurna DPD RI Ricuh

Pantaskah Sidang Dewan Terhormat  Ricuh ? Gerangan apa yang terjadi?

Senin (3/4) sidang paripurna DPD RI berlangsung ricuh. Kericuhan dipicu oleh salah satu  Anggota DPD _Ahmad Nawardi_ maju ke atas podium dan mengambil alih pengeras suara. Anggota DPD _Muhammad Afnan Hadikusumo_ kemudian bergegas ke arah podium karena tidak terima Nawardi mengambil alih podium di pertengahan sidang. Langkah Afnan yang naik ke atas podium terhenti karena ia sempat ditarik hingga terjatuh dari atas panggung podium oleh Anggota DPD Benny Rhamdani. Suasana pun semakin memanas dan keduanya sempat dilerai oleh petugas keamanan.

 

Akar dari permasalahan ini ialah penolakan sebagian besar anggota DPD terhadap kepemimpinan Ketua DPD Mohammad Saleh yang diwakilkan oleh Hemas dan Farouk Muhammad. Rapat paripurna kali ini sedianya membaca putusan Mahkamah Agung yang membatalkan. Peraturan Tata Tertib DPD Nomor 1 Tahun 2017 bahwa berdasarkan putusan MA, tidak akan ada pergantian pimpinan DPD. Sebab, dalam putusan MA dijelaskan bahwa masa jabatan pimpinan DPD tetap 5 tahun.

 

Tetapi, sebagian anggota DPD tidak menerima hal tersebut, sebagian anggota merujuk pada Peraturan Nomor 1 Tahun 2016 tentang Tata Tertib DPD. Menurut aturan ini, masa jabatan pimpinan DPD adalah 2,5 tahun. Sehingga pada sidang paripurna kali ini harus digelar pergantian pimpinan. Perdebatan inilah yang memicu kericuhan. Masing-masing anggota DPD berkukuh pada pendapatnya masing-masing.

 

Berkaca pada amanah yang telah rakyat titipkan, sesungguhnya kasus ini tidak pantas terjadi. Para dewan terhormat harus merenung kembali mengenai esensi dari tugas yang mereka wakili bukan tugas untuk kepentingan pribadi

 

“Hai generasi yang cerdas! jadikanlah kasus ini menjadi pembelajaran. Bahwa, jangan jadikan ego diri diatas tahta nurani Ingatlah kala esok mandat itu dititipkan kepada kita, kita tlah siap. Siap menyosong bumi pertiwi menjadi bumi dambaan rakyat”

 

UFO GSPL 06

 

Sumber bisa di lihat di : http:

 

#GERIMISBERITA

#BEM_FMIPA_UNY

#DEPT_SOSIAL_POLITIK

Sumber:

https://kumparan.com/ananda-wardhiati-teresia/putusan-ma-pemicu-ricuhnya-sidang-paripurna-dpd

http://aceh.tribunnews.com/2017/04/03/begini-kronologis-sidang-paripurna-dpd-ri-yang-berakhir-ricuh

http://www.tribunnews.com/nasional/2017/04/03/panas-dan-ricuh-sidang-paripurna-dpd-ri

http://nasional.kompas.com/read/2017/04/03/19022861/ricuh.rapat.dpd.anggota.ini.tarik.rekannya.dari.podium.hingga.jatuh

 

Garuda UNY Team Sabet Juara 3 di Singapura

JAKARTA – Tim Garuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan mobil hemat energy Garuda Urban Gasoline 17 berhasil dinobatkan sebagai The Third Winner SEM Asia Pasifik 2017 pada ajang Shell Eco Marathon di Singapura selama 3 hari (17-19 Maret 2017).

Indonesia patut bangga dengan tim-tim mobilnya karena raihan 5 besar untuk kategori ICE diambil semua oleh tim-tim Indonesia. Tim-tim tersebut adalah tim Sadewa dari UI, tim ITS team 2 dari ITS, tim Garuda UNY Eco Team dari UNY, tim Bengawan Team 2 dari UNS, dan tim Cikal Ethanol dari ITB.

Selain itu Garuda UNY Eco Team juga dinobatkan sebagai salah satu peserta terpilih (recommended) untuk mengikuti Driver’s World Championship (DWC) di Regional Asia Pasifik.

Perjuangan Garuda UNY tak berhenti sampai disana, tim mobil UNY bersama tim lainnya yang berasal dari UI, ITS, UNS, ITB, De LA Salle University, UGM, dan Undip akan memperebutkan tiket menuju grand final Driver World Championship (DWC) di Eropa pada Mei 2017.

Perwakilan dari Shell Indonesia, Rini, terkesima dengan raihan GUT, “Saya sangat terkesima dengan UNY. Padahal baru new comer biasanya bisa lolos Technical Inspestion saja sudah merupakan prestasi luar biasa, apalagi bisa meraih juara seperti kalian. Ya, semua ini tentu tidak lepas dari kerja keras dan kekompakan tim kalian. Terus sukses untuk Garuda UNY!” Rini juga mendoakan agar GUT dapat berpartisipasi di SEM tahun mendatang dan berharap agar GUT dapat kembali dengan performa mobil yang lebih baik lagi.

 

Sumber :

http://m.liputan6.com/tag/universitas-negeri-yogyakarta

http://pendidikan-teknik-elektronika.ft.uny.ac.id/berita/garuda-uny-raih-juara-3-dalam-kompetisi-sem-di-singapura

http://m.okezone.com/read/2017/03/22/65/1648969/hebat-mobil-irit-garuda-uny-raih-juara-di-singapura

Tim Mahasiswa Garuda UNY Peroleh Prestasi Dalam Kompetisi SEM 2017 di Singapura

Tim Balap Garuda UNY Sabet Juara 3 di Singapura

 

Rektor Baru Harapan Baru

Dipilih tanpa sedikitpun melibatkan mahasiswa, apakah rektor UNY yang baru benar-benar dapat memberikan harapan baru?

Rabu (22/3) lalu, pemegang tongkat kepemimpinan Universitas Negeri Yogyakarta resmi berganti. Bertempat di Gedung Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd dilantik langsung oleh Menristekdikti, M. Natsir, menjadi Rektor UNY yang baru untuk periode 2017-2021.

Pelantikan tersebut kemudian dilanjutkan dengan prosesi serah terima jabatan dengan Rektor UNY sebelumnya, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd, MA, yang telah memimpin selama lebih dari 8 tahun sejak dilantik pada Februari 2009 lalu.

Sebagai rektor yang baru, pria kelahiran Gunungkidul, 1 September 1959 itu menargetkan agar UNY dapat menjadi universitas yang berkelas di ASEAN pada tahun 2019 dan masuk di peringkat 1000 universitas terbaik di dunia pada tahun 2021 sehingga target UNY untuk menjadi WCU di tahun 2025 bisa tercapai.

Mengenai pelantikan ini, para mahasiswa menanggapinya dengan memberitakan hal ini melalui berbagai media sosial, tak lupa dengan tagar #RektorBaruHarapanBaru. Para mahasiswa berharap di tangan rektor yang baru, masalah-masalah yang ada saat ini bisa segera teratasi, mulai dari masalah klasik seperti Uang Kuliah Tunggal hingga masalah kenyamanan seperti fasilitas kuliah dan hotspot.

Sebelumnya, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd terpilih sebagai Rektor UNY pada sidang pemungutan suara yang digelar pada 29 Desember lalu. Pria lulusan S3 Ilmu Filsafat Universitas Gadjah Mada ini menang setelah mengumpulkan 77 suara, jauh mengungguli kedua pesaingnya yang masing-masing mendapatkan 34 dan 18 suara.

Peran​ seorang rektor dalam memajukan suatu universitas sangatlah besar. Karena itu, kita sebagai mahasiswa selain harus bergerak sendiri dalam memajukan universitas, juga harus selalu mengikuti dan mengawasi kebijakan universitas yang notabene pasti disetujui sang rektor. Karena ingat, kemajuan suatu universitas bukan hanya berada di tangan rektornya saja, tapi seluruh warga universitas itu, termasuk para mahasiswanya

🔴 KTS_GSPL_03

Sumber dapat dilihat di (insert link here)

#GERIMIS_BERITA
#BEM_FMIPA_UNY
#DEPARTEMEN_SOSIAL_POLITIK
#GASPOLL
#RektorBaruHarapanBaru

 

Sumber :

http://www.uny.ac.id/berita/pelantikan-rektor-uny-periode-2017-2021

https://uny.ac.id/berita/prof-dr-sutrisna-wibawa-mpd-terpilih-sebagai-rektor-uny.html

http://krjogja.com/web/news/read/27814/Prof_Dr_Sutrisno_Rektor_Baru_UNY

http://jurnaljogja.com/sutrisna-wibawa-rektor-baru-uny/

http://unycommunity.com/yuk-mengenal-calon-rektor-uny-2017/

http://staff.uny.ac.id/dosen/prof-dr-sutrisna-wibawa-mpd

 

Raja Ampat Rusak

⛈⛈RAJA AMPAT RUSAK: KECELAKAAN ATAU KESENGAJAAN?⛈⛈

Akankah pariwisata di Raja Ampat tetap sama setelah adanya kerusakan?

4 Maret lalu, kapal pesiar Caledonian Sky kandas di perairan dangkal di Raja Ampat, Papua Barat. Kapal milik suatu perusahaan dari Inggris itu kandas setelah mengantarkan 102 penumpang mengamati burung di Waigeo


Seperti dilansir detik.com, Kapal berbobot lebih dari 4.000 ton itu kandas karena sang kapten, Keith Michael Taylor hanya mengikuti petunjuk GPS dan radar tanpa mempertimbangkan faktor lain seperti gelombang dan faktor alam lainnya. Akibatnya, kapal tersebut memasuki daerah yang dilarang dilintasi kapal pesiar dan terjebak di daerah terumbu karang karena laut sedang surut.


Tugboat yang dikirim untuk kapal tersebut pun gagal mengangkat kapal yang berat itu. Sang kapten kemudian ngotot menjalankan kapal tersebut karena tidak mau menunggu laut pasang. Usaha tersebut memang membuahkan hasil. Kapal tersebut berhasil berlayar kembali dengan minim kerusakan. Namun, lain halnya dengan nasib terumbu karang di sana.


Akibat keputusan kapten itu, terumbu karang di Raja Ampat rusak seluas 1.600 meter persegi atau sekitar sepertiga lapangan sepak bola. biasa Jumlah itu bisa bertambah seiring dengan investigasi yang masih berjalan. Hal tersebut sangat merugikan pihak Raja Ampat. Bagaimana tidak, selain mengurangi populasi 8 genus langka terumbu karang, butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Menanggapi hal ini, pemerintah berniat untuk menuntut pihak Caledonian Sky, baik secara pidana maupun perdata. Niat tersebut semakin bulat karena nampaknya sang kapten tidak terlalu menganggap serius insiden tersebut. Ia hanya menyerahkan hal tersebut kepada pihak asuransi.


Secara hukum, sang kapten bisa terancam pidana 3 tahun penjara plus denda, bahkan jika pihak asuransi telah membayar ganti rugi. Selain itu, denda administrasi berupa pencabutan izin berlayar juga bisa dikenakan.

 

Kasus kerusakan lingkungan seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Kita sebagai saintis muda harus terus selalu peduli terhadap lingkungan. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah maupun mengatasi kasus perusakan lingkungan. Jangan lupa, kita butuh alam, dan alam butuh kita.

🔴 KTS_GSPL_03

#GEMBER
#BEM_FMIPA_UNY
#MIPA_BERSAHABAT
#DEPARTEMEN_SOSIAL_POLITIK
#GASPOLL

Sumber :

https://www.google.com/amp/s/m.tempo.co/amphtml/read/news/2017/03/12/072855165/kapal-pesiar-inggris-hancurkan-terumbu-karang-raja-ampat

https://m.detik.com/news/berita/d-3446226/kapten-kapal-gegabah-ini-kronologi-hancurnya-karang-di-raja-ampat

https://m.detik.com/news/berita/d-3446676/perusahaan-kapal-inggris-janji-ganti-rugi-kerusakan-karang-raja-ampat

https://m.detik.com/news/berita/d-3449187/pemerintah-siapkan-tuntutan-untuk-pihak-caledonian-sky

https://www.google.com/amp/s/m.tempo.co/amphtml/read/news/2017/03/17/173857010/terumbu-karang-raja-ampat-rusak-3-skema-ganti-rugi-dikaji

https://m.tempo.co/amphtml/read/news/2017/03/17/173856969/pemerintah-kaji-tuntutan-cabut-izin-kapten-kapal-caledonian

https://www.google.com/amp/sains.kompas.com/amp/read/2017/03/12/15330081/kapal.inggris.rusak.1.600.meter.persegi.terumbu.karang.raja.ampat

GERIMIS BERITA

*****************GERIMIS BERITA************

P.E.R.T.A.M.I.N.A

Berbicara Pertamina, maka tidak lepas membicarakan masa depan saintis muda

 

Permasalahannyaadalah….

 

Ada Apa Dengan Pertamina???

 

Perusahaan migas yang mencatatkan laba bersih sebesar US 3,15 miliar dollar sepanjang 2016 (meningkat dibandingkan 2015 yang hanya sebesar US 1,42 miiar dollar dan 2014 sebesar US 1,45 miliar dollar) dan juga membagikan deviden (pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyak saham yang dimiliki) sebesar Rp 12,1 triliun pada tahun ini, ternyata punya problem besar kepemimpinan yang berujung pencopotan ‘’Matahari Kembar’’ yaitu Dirut Dwi Soetjipto dan Wakil Dirut Pertamina Ahmad Bambang.

Sulit disangkal bahwa kisruh kepemimpinan di Pertamina diduga sengaja direkayasa, yang diawali dengan membentuk struktur baru Wakil Direktur Pertamina. Tidak bias dihindari, rekayasa penciptaan Matahari Kembar telah menyebabkan pertentangan antara Dirut dan Wakil Dirut Pertamina. Pertentangan itu dijadikan justifikasi untuk mencopot keduanya, sekaligus menghapus jabatan Wakil Dirut karena sudah tidak dibutuhkan lagi. Untuk mengisi kekosongan jabatan Dirut Pertamina, Dewan Komisaris memutuskan untuk mengangkat Yenni Andayani, sebagai Pelaksana Tugas(Plt) selama 30 hari, terhitungsejak 3 Februari 2017 yang sekarang digantikan Direktur Utama yang baru saja terpilih Elia Massa Manik. Elia mengungkapkan, kunci untuk menekan munculnya dualism di dalam Pertamina adalah integritas. Dalam sebuah perusahaan tidak boleh ada kepentingan kelompok atau golongan.

‘’Nah itukan saya sudah bilang, dimulai dari diri saya dulu. Kuncinya satu, integritas. Beban yang di pundak saya berat. Kenapa, satu, energy kita masih tergantung energy fosil, dimana sekarang kita tahu cadangan minyak kita tidak seperti duu, terus menurun. Ini tantangan yang nanti kasih saya waktu untuk mempelajari,’’tutur Elia.

Semoga dengan terpiihnya Direktur Utama PT Pertamina yang baru dapat mengatasi problem-problem Pertamina dan semakin meningkatkan kesejahteraan negara khususnya di sector migas.

Sebagai calon pemimpin Pertamina di masa yang akan datang, kita tentunya harus respect dan berpikir mengenai problem-problem semacam ini, Ingattt !!!! Cadangan minyak dunia semakin berkurang dan mungkin akan habis sedangkan keperluan minyak dunia justru semakin bertambah.

            Jangan tanyakan apa yang telah Indonesia beri padamu tapi tanyakan apa yang telah kamu beri pada Indonesia wahai generasi muda.

 

RT GSPl 07

 

#GERIMIS_BERITA

#BEM_FMIPA_UNY

#MIPA_BERSAHABAT

#DEPARTEMEN_SOSIAL_POLITIK

#GASPOLL2

 

SUMBER :

https://indonesiana .tempo.co/read/108855/2017/03/07/fahmy-radhi/mengakhiri-kisruh-kepemimpinan-pertamina-fahmy-radhi

http://m.liputan 6.com/bisnis/read/2888504/jadi-bos-baru-pertamina-ini-kata-elia-massa-manik

http://m.liputan 6.com/bisnis/read/2889107/cara-elia-massa-manik-cegah-dualisme-di-tubuh-pertamina

http://m.liputan6.com/bisnis/read/2888986/pertamina-catat-laba-bersih-us-315-miliar