BERITA ACARA AUDIENSI #2

Pada hari Jumat, 21 November 2025, telah dilaksanakan kegiatan Audiensi #2 FMIPA
UNY yang diselenggarakan oleh Bidang Advokesma BEM FMIPA UNY 2025 sebagai ruang
penyampaian aspirasi. Kegiatan ini bertempat di Ruang Sidang 2 FMIPA UNY dan dihadiri
oleh jejeran pimpinan fakultas, perwakilan tenaga kependidikan, petugas keamanan fakultas,
serta mahasiswa dari berbagai program studi.

Acara ini bertujuan untuk memberikan wadah komunikasi dua arah antara mahasiswa
dan pihak fakultas, sehingga berbagai isu akademik maupun non-akademik dapat dibahas
secara terbuka dan mendapatkan tindak lanjut yang jelas.

Pada sesi pembahasan pertama, topik berfokus pada Bab Perkuliahan. Pihak fakultas,
melalui Bapak Prof. Dr. Dadan Rosana, M.Si., menegaskan pentingnya mahasiswa
memberikan evaluasi dosen secara jujur melalui e-monev. Bapak Dr. Ali Mahmudi, M.Pd.
menjelaskan bahwa sistem perkuliahan berjalan mengikuti ketentuan 16 pertemuan termasuk
ujian, serta regulasi nasional bahwa pendaftaran yudisium hanya dapat dilakukan ketika
mahasiswa memasuki semester 8 sesuai aturan PDDikti. Selain itu, isu praktikum, bahan
laboratorium, dan penjadwalan juga dipaparkan oleh Bapak Dr. Pujianto, M.Pd., termasuk
perlunya penyampaian aspirasi yang jelas dan tidak mendadak.

Sesi berikutnya membahas Bab Fasilitas. Pihak fakultas menyampaikan upaya
perbaikan dan penambahan fasilitas seperti perluasan area parkir, perawatan AC dan ruang
kelas, serta penanganan kursi dan sarana belajar yang rusak. Terkait fasilitas mushola dan
studio musik, fakultas menjelaskan bahwa beberapa kendala masih dipengaruhi oleh anggaran,
namun perbaikan dilakukan secara bertahap. Masalah jaringan eduroam, kebersihan, dan
pengaturan ruang juga menjadi perhatian dalam audiensi.

Pada Bab Pelayanan, fakultas menjelaskan mekanisme sanggah UKT, pentingnya
kelengkapan berkas, serta transparansi proses yang telah disediakan melalui berbagai kanal
informasi. Pembahasan terkait e-monev dijelaskan sebagai instrumen evaluasi akademik yang
tidak hanya menilai dosen, tetapi juga digunakan dalam rapat akhir semester untuk evaluasi
mutu pembelajaran. Fakultas juga menegaskan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa seperti
workshop, beasiswa, dan magang, dengan catatan mahasiswa perlu aktif memanfaatkan
informasi yang telah disediakan.

Pada bagian akhir, dibahas pula berbagai Keluhan dan Rencana Pengembangan FMIPA
untuk tahun 2026, termasuk pembangunan fasilitas baru, peningkatan kebersihan lingkungan,
pengembangan kurikulum, serta pembenahan manajemen parkir. Fakultas menekankan
pentingnya kerja sama mahasiswa dalam menjaga fasilitas, mematuhi aturan peminjaman
ruang, serta mendukung program peningkatan kualitas kampus. Melalui audiensi ini,
diharapkan hubungan fakultas dan mahasiswa semakin konstruktif sehingga berbagai isu yang
muncul dapat ditangani dengan lebih efektif dan tepat sasaran.

SEKOLAH EKSEKUTIF LEGISLATIF (SEL) 2025

Sekolah Eksekutif Legislatif (SEL) 2025 hadir sebagai salah satu program unggulan dari Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) BEM FMIPA UNY. Dengan mengusung tema Synergy in Action: Discovering Identity, Shaping Leaders, and Inspiring Transformative Organizational Growth, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan kader yang dirancang untuk mengenalkan sistem kerja dua lembaga penting di lingkungan kampus, yaitu eksekutif dan legislatif. Melalui rangkaian kegiatan yang padat dan bermakna, SEL berupaya menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta etika berorganisasi yang adaptif di tengah tantangan zaman. Diikuti oleh 45 peserta yang dikenal dengan sebutan “Selmud”, program ini menjadi ruang belajar kolaboratif yang tidak hanya menekankan teori, tetapi juga praktik langsung melalui kegiatan magang, simulasi, dan kompetisi.

Rangkaian kegiatan SEL 2025 resmi dibuka pada Sabtu, 11 Oktober 2025 melalui acara Grand Opening yang ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis sebagai tanda dimulainya seluruh kegiatan. Acara dilanjutkan dengan pematerian tentang eksekutif kampus yang disampaikan oleh Ketua BEM FMIPA UNY 2025, Dewa Ngakan Gede Mahadewa, yang memberikan pandangan mendalam mengenai peran, fungsi, dan tantangan kepemimpinan dalam struktur organisasi mahasiswa. Setelah sesi pematerian, para selmud dibagi ke dalam berbagai bidang dan biro di BEM FMIPA UNY, meliputi Adminkeu, Sospol, PSDM, PDP, Bismit, Orsen, Advokesma, Pengabdian Masyarakat, Medinfo, dan Humas. Melalui sistem magang ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pengurus aktif dan terlibat dalam pelaksanaan program kerja di masing-masing bidang. Hari itu ditutup dengan kegiatan Kelas Debat yang dipandu oleh Nurhayatus Syifa Qalbiyah. Dalam sesi ini, selmud mempelajari teknik penyusunan argumen, penguatan logika, serta strategi berbicara yang efektif sebagai bekal menuju lomba debat mendatang.

Memasuki tahap berikutnya, Minggu, 19 Oktober 2025 menjadi momen kompetitif dengan terselenggaranya Lomba Debat SEL 2025. Kegiatan ini mempertemukan antarbidang dalam format tim pro dan kontra dengan mosi yang telah ditentukan oleh panitia. Suasana hangat dan antusias terlihat dari semangat para peserta dalam menyampaikan argumen, menanggapi lawan bicara, dan beradu ide dengan sportif. Kompetisi ini tidak hanya mengasah kemampuan berpikir cepat dan kritis, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan serta menghargai perbedaan pendapat. Setelah melalui pengalaman di eksekutif, para selmud melanjutkan proses pembelajarannya melalui kegiatan Temper Legislatif yang dilaksanakan pada Rabu, 22 Oktober 2025. Pada tahap ini, peserta diperkenalkan dengan struktur dan fungsi lembaga legislatif di tingkat fakultas, termasuk pembagian komisi, yaitu Komisi 1 (Evaluasi), Komisi 2 (Controlling), dan Komisi 3 (Aspirasi). Para selmud kemudian dibagi sesuai minat dan terlibat dalam simulasi kerja komisi untuk memahami proses penyusunan kebijakan serta mekanisme pengawasan di lingkungan organisasi.

Selanjutnya digelar Simulasi Rapat Paripurna pada Minggu, 26 Oktober 2025, di mana selmud mempraktikkan proses sidang formal membahas peraturan yang berlaku di FMIPA, salah satunya tentang kode etik ormawa. Melalui simulasi ini, peserta belajar menyampaikan pendapat dengan santun, berpikir objektif, dan memahami pentingnya tata aturan dalam menjaga profesionalitas organisasi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Grand Closing sebagai puncak acara pada Sabtu, 8 November 2025, yang menjadi momen penuh apresiasi dan kebanggaan. Dalam acara tersebut, para selmud diwisuda secara simbolis dengan penyematan samir dan penyerahan sertifikat kelulusan. Selain itu, diberikan pula berbagai penghargaan seperti Selmud Teraktif, Juara Lomba Debat, Komisi Teraktif, dan Bidang Terbaik. Sorak gembira dan tepuk tangan hangat mengiringi penutupan acara, menandai berakhirnya perjalanan panjang penuh pembelajaran dan kebersamaan.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan Sekolah Eksekutif Legislatif 2025, BEM FMIPA UNY kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak pemimpin muda yang berintegritas, adaptif, dan kolaboratif. SEL tidak hanya menjadi ruang untuk belajar struktur organisasi, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan nilai-nilai kepemimpinan yang berorientasi pada sinergi dan pertumbuhan transformatif. Dengan semangat kaderisasi dan keberlanjutan, SEL diharapkan terus menjadi ajang inspiratif bagi mahasiswa FMIPA UNY untuk menemukan jati diri, mengembangkan potensi, serta menebarkan semangat perubahan positif bagi organisasi dan masyarakat

 

WORKSHOP DIGITAL MARKETING DESA PRAWATAN KECAMATAN JOGONALAN KABUPATEN KLATEN

Pada sabtu  (04/10/2025) bertempat di Balai Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten menjadi tempat kegiatan workshop digital marketing yang diselenggarakan oleh TIM PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program PPK Ormawa yang bertujuan memberdayakan masyarakat desa melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usaha dan potensi lokal desa. Workshop ini menghadirkan narasumber dari Grab dan bekerja sama dengan Rumah BUMN Yogyakarta, sebagai bentuk kolaborasi untuk memperkuat literasi digital masyarakat.

Adapun kelompok sasaran kegiatan ini meliputi Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, dan Karang Taruna Desa Prawatan. Peserta mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial untuk promosi produk, pembuatan konten kreatif, serta pengelolaan toko online sebagai upaya meningkatkan daya saing produk lokal di era digital.

Rasa bangga turut disampaikan oleh Ibu Martini, selaku anggota KWT, karena melalui program pengolahan ikan lele menjadi abon dan nugget yang dirancang dalam konsep circular economy, masyarakat dapat memperoleh nilai tambah dari hasil budidaya perikanan. Dijelaskan bahwa keterampilan pengolahan tersebut tidak hanya memberikan variasi produk pangan yang bergizi dan disukai anak-anak, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu di desa.

Beliau berharap agar keterampilan yang telah diberikan dapat terus dilatih dan dikembangkan, sehingga produk olahan berbasis lele ini mampu menjadi ikon desa, meningkatkan ekonomi keluarga, serta mendukung terciptanya desa yang mandiri dan berdaya saing.

Melalui program ini, kelompok sasaran diharapkan dapat mengembangkan keterampilan dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk lokal secara lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang strategi digital marketing, anggota KWT, PKK, dan Karang Taruna dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk, serta memperkuat branding potensi desa.

PRAKTIK DAN PENGOLAHAN ABON LELE DAN NUGGET LELE DESA PRAWATAN KECAMATAN JOGONALAN KABUPATEN KLATEN

Pada sabtu  (27/09/2025) bertempat di rumah Ibu Surani ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten menjadi tempat kegiatan praktik dan pengolahan produksi abon lele dan nugget lele Desa prawatan yang diselenggarakan oleh TIM PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program PPK Ormawa yang bertujuan memberdayakan masyarakat desa melalui peningkatan keterampilan dalam pengolahan hasil perikanan, khususnya ikan lele, sehingga dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan membuka peluang usaha baru bagi warga Desa Prawatan.

Acara dihadiri oleh berbagai pihak penting, diantaranya Perangkat Desa, Konsultan Halal Indonesia serta kelompok sasaran PKK dan KWT Desa Prawatan.

Dalam praktik pengolahan, Auliya Windi Natriansyah, Inneda Berta Anggraini, Retno Rahmatiah Wijoyono, sebagai penanggung jawab program, menjelaskan dan mendampingi praktik pengolahan abon lele dan nugget lele hingga proses packaging produk olahan secara langsung. Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme, ditandai dengan semangat ibu-ibu PKK dan KWT ketika kegiatan berlangsung.

Melalui program ini, kelompok sasaran diharapkan dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh untuk menciptakan produk olahan lele berkualitas yang dapat dipasarkan secara lebih luas, baik di tingkat lokal maupun melalui pemasaran digital. Serta terciptanya kemandirian ekonomi dan penguatan potensi desa melalui diversifikasi produk perikanan yang bernilai tambah.

 

Peluncuran Website PRAJA: Inovasi Digital Desa Prawatan untuk Pembaruan Informasi dan Peningkatan Ekonomi Lokal

Prawatan, 6 September 2025 – Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, kini melangkah maju dalam era digital melalui peluncuran website desa bernama PRAJA (Prawatan Jaya). Inovasi ini digagas oleh Tim PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai upaya mendukung transparansi, memperkuat identitas desa, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Prawatan Jaya (PRAJA) merupakan program pemberdayaan masyarakat Desa Prawatan, Klaten, yang digagas BEM FMIPA UNY 2025 untuk menciptakan desa mandiri, adaptif, dan berdaya saing. Fokus utama program ini adalah pembangunan ketahanan pangan berbasis Integrated Agri-Aquaculture System dengan dukungan teknologi Internet of Things (IoT) dan pemetaan lahan menggunakan GIS. PRAJA mengintegrasikan budidaya lele bioflok dengan hidroponik, sehingga limbah budidaya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair tanaman. Selain itu, masyarakat didampingi dalam pembuatan pakan ikan dari sekam padi untuk mendukung ekonomi sirkular.

Program ini juga mengembangkan website desa sebagai pusat informasi dan promosi produk, serta mendorong diversifikasi hasil pertanian dan perikanan menjadi produk olahan bernilai tambah seperti beras, selada hidroponik, nugget, abon, hingga ikan segar. Pemasaran dilakukan melalui e-commerce maupun saluran distribusi offline. Lebih dari itu, website PRAJA diharapkan mampu menjadi sarana administrasi digital, pemetaan lahan, serta ruang publikasi berbagai kegiatan desa yang dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat. Dengan inovasi ini, PRAJA berupaya menjadikan Desa Prawatan lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan

Dalam sambutanya , Ayunda selaku Ketua Pelaksana menegaskan pentingnya website desa sebagai sarana transparansi, pendataan administrasi, pemetaan lahan, dokumentasi program kegiatan, hingga pemasaran produk unggulan desa.

“Dengan pengelolaan website yang baik, kami berharap dapat membantu meningkatkan pendapatan petani, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat identitas Desa Prawatan di era digital. Harapan kami, para pemuda-pemudi desa mampu secara mandiri mengelola website ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan berkelanjutan,” ungkap Ayunda.

Dalam prosesnya, para pemuda-pemudi Desa Prawatan dilibatkan secara aktif melalui sesi praktik pengelolaan website yang dipandu langsung oleh tim. Kegiatan ini bertujuan agar generasi muda mampu mengambil peran dalam mengelola website secara mandiri sehingga kebermanfaatannya dapat berkelanjutan.

Selain menghadirkan teknologi, peluncuran website PRAJA juga menjadi momentum mempererat sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat. Harapannya, kerja sama ini tidak berhenti hanya pada program, melainkan terus berkembang sebagai upaya nyata membangun desa yang transparan, mandiri, dan berdaya saing di era digital.