Siapa sih, yang belum mengenal makhluk bergelar “kecil-kecil tapi cabe rawit” yang artinya meski mungil namun berbahaya. Yak, kenalkan ini dia si virus yang menjangkiti hampir 0,5% dari populasi manusia di Bumi, yaitu Human Immunodeficiency Virus atau yang akrab disapa dengan H.I.V. Berdasarkan data dari UNAIDS pada tahun 2019 virus HIV telah menyebar dan menjangkiti secara masif terhadap 38 juta manusia di dunia serta sebanyak 690.000 jiwa harus merenggut nyawa karena mengidap penyakit AIDS.
Sementara berdasarkan pemetaan penyebaran kasus HIV/AIDS, ternyata wilayah Asia-Pasifik menduduki peringkat ke-3 terbesar di dunia, Hal ini juga diperparah dengan fakta bahwa Indonesia sudah terpapar virus ini yang mana secara estimasi jumlah kasus mencapai 640.443, tapi yang bisa dideteksi hanya 511.955 atau 79,94%. Itu artinya ada 128.499 ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) yang tidak terdeteksi dan menjadi mata rantai penularan HIV/AIDS di masyarakat.

Namun tahukah kamu, hingga kini banyak sekali miskonsepsi terhadap pengetahuan virus satu ini lhoo…. Yuk simak baik-baik beberapa fakta seputar HIV dan AIDS:

Pernyataan Fakta
HIV sama dengan AIDS. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah nama penyakitnya.
Ibu hamil terinfeksi HIV/AIDS pasti menular ke janin. Padahal belum tentu, karena penularan HIV dari ibu ke anak dapat diminimalisir jika segera dilakukan pencegahan.
HIV dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. HIV memang ditularkan melalui darah, namun umur virus HIV yang ditularkan melalui serangga  tidak akan bertahan lama. Apalagi nyamuk juga tidak mengalirkan darah milik orang lain ke ‘mangsa’ selanjutnya.
HIV dapat ditularkan melalui pisau cukur. Penggunaan pisau cukur bergantian, misalnya di tempat potong rambut, tidak menularkan HIV/AIDS. Ini karena virus tersebut mudah mati di udara bebas.
Berenang di kolam renang yang sama dengan ODHA bisa tertular Berenang tidak menularkan HIV/AIDS karena air kolam renang bukan tempat hidup virus dan mengandung kaporit yang dapat mematikan kuman dan virus
Penularan AIDS dapat melalui bersin atau batuk. Virus HIV/AIDS itu terdapat di darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Jadi cairan yang keluar saat batuk atau bersin tidak menularkan virus HIV/AIDS.
HIV/AIDS bisa menular melalui seks oral. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), peluang tertular HIV melalui seks oral tergolong sangat rendah. Ini karena air liur yang ada di mulut mengandung enzim yang bisa memecah virus.
HIV/AIDS tidak dapat disembuhkan. Meskipun hingga saat ini belum ditemukan obat penawar untuk penyakit ini, namun HIV bisa dikendalikan dengan terapi antiretroviral yang dapat mengurangi jumlah virus, menekan perkembangan penyakit, mengurangi risiko penularan, dan mengurangi risiko kematian akibat komplikasi penyakit AIDS.