Garuda UNY Team Sabet Juara 3 di Singapura

JAKARTA – Tim Garuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan mobil hemat energy Garuda Urban Gasoline 17 berhasil dinobatkan sebagai The Third Winner SEM Asia Pasifik 2017 pada ajang Shell Eco Marathon di Singapura selama 3 hari (17-19 Maret 2017).

Indonesia patut bangga dengan tim-tim mobilnya karena raihan 5 besar untuk kategori ICE diambil semua oleh tim-tim Indonesia. Tim-tim tersebut adalah tim Sadewa dari UI, tim ITS team 2 dari ITS, tim Garuda UNY Eco Team dari UNY, tim Bengawan Team 2 dari UNS, dan tim Cikal Ethanol dari ITB.

Selain itu Garuda UNY Eco Team juga dinobatkan sebagai salah satu peserta terpilih (recommended) untuk mengikuti Driver’s World Championship (DWC) di Regional Asia Pasifik.

Perjuangan Garuda UNY tak berhenti sampai disana, tim mobil UNY bersama tim lainnya yang berasal dari UI, ITS, UNS, ITB, De LA Salle University, UGM, dan Undip akan memperebutkan tiket menuju grand final Driver World Championship (DWC) di Eropa pada Mei 2017.

Perwakilan dari Shell Indonesia, Rini, terkesima dengan raihan GUT, “Saya sangat terkesima dengan UNY. Padahal baru new comer biasanya bisa lolos Technical Inspestion saja sudah merupakan prestasi luar biasa, apalagi bisa meraih juara seperti kalian. Ya, semua ini tentu tidak lepas dari kerja keras dan kekompakan tim kalian. Terus sukses untuk Garuda UNY!” Rini juga mendoakan agar GUT dapat berpartisipasi di SEM tahun mendatang dan berharap agar GUT dapat kembali dengan performa mobil yang lebih baik lagi.

 

Sumber :

http://m.liputan6.com/tag/universitas-negeri-yogyakarta

http://pendidikan-teknik-elektronika.ft.uny.ac.id/berita/garuda-uny-raih-juara-3-dalam-kompetisi-sem-di-singapura

http://m.okezone.com/read/2017/03/22/65/1648969/hebat-mobil-irit-garuda-uny-raih-juara-di-singapura

Tim Mahasiswa Garuda UNY Peroleh Prestasi Dalam Kompetisi SEM 2017 di Singapura

Tim Balap Garuda UNY Sabet Juara 3 di Singapura

 

Nestapa Petani Kendeng Menolak Pabrik Semen

Akankah investor asing yang lebih diutamakan ataukah nasib rakyat kecil dan alam ini? Apakah hanya rakyat kendeng yang menanggung nestapa ini? Dimanakah Indonesia?
Jakarta – Polemik keberadaan pabrik PT Semen Indonesia di pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, masih terus berlanjut. Para petani masih memprotes hal ini dengan aksi cor kaki di depan Istana Negara.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Sabtu (25/3/2017), kawasan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang sudah siap 100 persen beroperasi dan berproduksi. Pabrik ini berada di kawasan area tambang seluas 519 hektare.
Rencananya, pabrik PT Semen Indonesia akan diresmikan pada April 2017 mendatang. Namun, keputusan beroperasi atau tidaknya tergantung hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) pegunungan Kendeng yang diketahui beberapa pekan ke depan.
Berlarut-larutnya persoalan pabrik semen Rembang milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk hanya bisa diakhiri jika pemerintah secara tegas berpatokan kepada hukum yang berlaku. Sebab selain soal lingkungan, pengoperasian pabrik ini juga berkaitan dengan investasi.
Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ‎Danang Girindrawardana, menilai lembaga yudikatif seperti Mahkamah Agung (MA) belum sepenuhnya mendukung kebijakan Presiden Jokowi dalam menggenjot investasi. Akibatnya, Apindo mencatat 25 persen investor asing di bidang infrastruktur menahan diri untuk berinvestasi di Indonesia akibat permasalahan ini.
Solusi penyelesaian semen Rembang, menurut Praktisi Hukum M Mahendradatta dengan melakukan win-win solution antara Semen Indonesia dan warga.

“Pastikan wilayah pertambangan benar-benar tidak merusak lingkungan, sehingga tidak ada yang dikalahkan. Serta para penolak harus menghindari prinsip pokoke,” tandas dia.
Sementara itu di berbagai daerah para aktivis mahasiwa maupun aktivis kemasyarakatan terus menggelar asksi solidaritas seperti aksi ratusan mahasiswa se-Solo Raya di Bundaran Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, kemudian di Lumajang Jawa Timur, dan masih banyak lagi.
Penguasa dunia datang dan pergi silih berganti tiap saat, tapi perjuangan mahasiswa tidak akan pernah padam. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat!

Sumber :
http://tv.liputan6.com/read/2898664/video-nestapa-petani-kendeng-menolak-pabrik-semen
http://tv.liputan6.com/read/2898630/segmen-2-menolak-pabrik-semen-hingga-pencurian-berkas-mk
http://tv.liputan6.com/read/2898538/segmen-3-cor-kaki-berlanjut-hingga-izin-pabrik-semen
http://bisnis.liputan6.com/read/2895822/apindo-masalah-pabrik-semen-rembang-hambat-investasi
http://jatim.tribunnews.com/2017/03/27/dukung-petani-kendeng-mahasiswa-ub-kami-ini-makan-nasi-bukan-makan-semen

Rektor Baru Harapan Baru

Dipilih tanpa sedikitpun melibatkan mahasiswa, apakah rektor UNY yang baru benar-benar dapat memberikan harapan baru?

Rabu (22/3) lalu, pemegang tongkat kepemimpinan Universitas Negeri Yogyakarta resmi berganti. Bertempat di Gedung Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd dilantik langsung oleh Menristekdikti, M. Natsir, menjadi Rektor UNY yang baru untuk periode 2017-2021.

Pelantikan tersebut kemudian dilanjutkan dengan prosesi serah terima jabatan dengan Rektor UNY sebelumnya, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd, MA, yang telah memimpin selama lebih dari 8 tahun sejak dilantik pada Februari 2009 lalu.

Sebagai rektor yang baru, pria kelahiran Gunungkidul, 1 September 1959 itu menargetkan agar UNY dapat menjadi universitas yang berkelas di ASEAN pada tahun 2019 dan masuk di peringkat 1000 universitas terbaik di dunia pada tahun 2021 sehingga target UNY untuk menjadi WCU di tahun 2025 bisa tercapai.

Mengenai pelantikan ini, para mahasiswa menanggapinya dengan memberitakan hal ini melalui berbagai media sosial, tak lupa dengan tagar #RektorBaruHarapanBaru. Para mahasiswa berharap di tangan rektor yang baru, masalah-masalah yang ada saat ini bisa segera teratasi, mulai dari masalah klasik seperti Uang Kuliah Tunggal hingga masalah kenyamanan seperti fasilitas kuliah dan hotspot.

Sebelumnya, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd terpilih sebagai Rektor UNY pada sidang pemungutan suara yang digelar pada 29 Desember lalu. Pria lulusan S3 Ilmu Filsafat Universitas Gadjah Mada ini menang setelah mengumpulkan 77 suara, jauh mengungguli kedua pesaingnya yang masing-masing mendapatkan 34 dan 18 suara.

Peran​ seorang rektor dalam memajukan suatu universitas sangatlah besar. Karena itu, kita sebagai mahasiswa selain harus bergerak sendiri dalam memajukan universitas, juga harus selalu mengikuti dan mengawasi kebijakan universitas yang notabene pasti disetujui sang rektor. Karena ingat, kemajuan suatu universitas bukan hanya berada di tangan rektornya saja, tapi seluruh warga universitas itu, termasuk para mahasiswanya

🔴 KTS_GSPL_03

Sumber dapat dilihat di (insert link here)

#GERIMIS_BERITA
#BEM_FMIPA_UNY
#DEPARTEMEN_SOSIAL_POLITIK
#GASPOLL
#RektorBaruHarapanBaru

 

Sumber :

http://www.uny.ac.id/berita/pelantikan-rektor-uny-periode-2017-2021

https://uny.ac.id/berita/prof-dr-sutrisna-wibawa-mpd-terpilih-sebagai-rektor-uny.html

http://krjogja.com/web/news/read/27814/Prof_Dr_Sutrisno_Rektor_Baru_UNY

http://jurnaljogja.com/sutrisna-wibawa-rektor-baru-uny/

http://unycommunity.com/yuk-mengenal-calon-rektor-uny-2017/

http://staff.uny.ac.id/dosen/prof-dr-sutrisna-wibawa-mpd

 

Raja Ampat Rusak

⛈⛈RAJA AMPAT RUSAK: KECELAKAAN ATAU KESENGAJAAN?⛈⛈

Akankah pariwisata di Raja Ampat tetap sama setelah adanya kerusakan?

4 Maret lalu, kapal pesiar Caledonian Sky kandas di perairan dangkal di Raja Ampat, Papua Barat. Kapal milik suatu perusahaan dari Inggris itu kandas setelah mengantarkan 102 penumpang mengamati burung di Waigeo


Seperti dilansir detik.com, Kapal berbobot lebih dari 4.000 ton itu kandas karena sang kapten, Keith Michael Taylor hanya mengikuti petunjuk GPS dan radar tanpa mempertimbangkan faktor lain seperti gelombang dan faktor alam lainnya. Akibatnya, kapal tersebut memasuki daerah yang dilarang dilintasi kapal pesiar dan terjebak di daerah terumbu karang karena laut sedang surut.


Tugboat yang dikirim untuk kapal tersebut pun gagal mengangkat kapal yang berat itu. Sang kapten kemudian ngotot menjalankan kapal tersebut karena tidak mau menunggu laut pasang. Usaha tersebut memang membuahkan hasil. Kapal tersebut berhasil berlayar kembali dengan minim kerusakan. Namun, lain halnya dengan nasib terumbu karang di sana.


Akibat keputusan kapten itu, terumbu karang di Raja Ampat rusak seluas 1.600 meter persegi atau sekitar sepertiga lapangan sepak bola. biasa Jumlah itu bisa bertambah seiring dengan investigasi yang masih berjalan. Hal tersebut sangat merugikan pihak Raja Ampat. Bagaimana tidak, selain mengurangi populasi 8 genus langka terumbu karang, butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Menanggapi hal ini, pemerintah berniat untuk menuntut pihak Caledonian Sky, baik secara pidana maupun perdata. Niat tersebut semakin bulat karena nampaknya sang kapten tidak terlalu menganggap serius insiden tersebut. Ia hanya menyerahkan hal tersebut kepada pihak asuransi.


Secara hukum, sang kapten bisa terancam pidana 3 tahun penjara plus denda, bahkan jika pihak asuransi telah membayar ganti rugi. Selain itu, denda administrasi berupa pencabutan izin berlayar juga bisa dikenakan.

 

Kasus kerusakan lingkungan seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Kita sebagai saintis muda harus terus selalu peduli terhadap lingkungan. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah maupun mengatasi kasus perusakan lingkungan. Jangan lupa, kita butuh alam, dan alam butuh kita.

🔴 KTS_GSPL_03

#GEMBER
#BEM_FMIPA_UNY
#MIPA_BERSAHABAT
#DEPARTEMEN_SOSIAL_POLITIK
#GASPOLL

Sumber :

https://www.google.com/amp/s/m.tempo.co/amphtml/read/news/2017/03/12/072855165/kapal-pesiar-inggris-hancurkan-terumbu-karang-raja-ampat

https://m.detik.com/news/berita/d-3446226/kapten-kapal-gegabah-ini-kronologi-hancurnya-karang-di-raja-ampat

https://m.detik.com/news/berita/d-3446676/perusahaan-kapal-inggris-janji-ganti-rugi-kerusakan-karang-raja-ampat

https://m.detik.com/news/berita/d-3449187/pemerintah-siapkan-tuntutan-untuk-pihak-caledonian-sky

https://www.google.com/amp/s/m.tempo.co/amphtml/read/news/2017/03/17/173857010/terumbu-karang-raja-ampat-rusak-3-skema-ganti-rugi-dikaji

https://m.tempo.co/amphtml/read/news/2017/03/17/173856969/pemerintah-kaji-tuntutan-cabut-izin-kapten-kapal-caledonian

https://www.google.com/amp/sains.kompas.com/amp/read/2017/03/12/15330081/kapal.inggris.rusak.1.600.meter.persegi.terumbu.karang.raja.ampat

Pengumuman Aktivis Cup

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan rahmat Allah SWT, berikut daftar Panitia Aktivis Cup 2017:

No

Nama

Kelas

1 Ajeng Delapril Pratiwi Kimia 2015
2 Afwah Nafyan Dauly Matematika 2014
3 Ani Safitri Biologi 2016
4 Ayudya Hayuning Tyas Pendidikan Kimia 2016
5 Bella Permatasari Biologi 2016
6 Brylian Nandya Anindyaswari Pendidikan Kimia 2015
7 Butet Anis Origita Biologi 2015
8 Dannis Priyatama Aji Matematika 2014
9 Danny Prandoko Biologi 2015
10 Desri Biologi 2016
11 Dita Ayu Widiastuti Kimia 2015
12 Esti Suryanti Biologi 2015
13 Evi Retno Wulan Biologi 2016
14 Friska Ilma Fitria Biologi 2016
15 Gabriel Rian Geraldo Pendidikan Biologi 2014
16 Hasna Ulfah Edwina Biologi 2016
17 Hayyu Arumsari Biologi 2016
18 Izh-har Kurniawan Pendidikan Matematika 2014
19 Laila Khoiriyah Lukman Kimia 2016
20 Marwina Uswatun Khasanah Kimia 2015
21 Miftahul Jannah Gunawan Pendidikan Kimia 2015
22 Natalita Intan A Kimia 2015
23 Putri Prima Renanthera Biologi 2015
24 Qonita Pendidikan Kimia 2016
25 Ratih Kurniasari Biologi 2016
26 Renita Dessy Rachmawati Kimia 2015
27 Resa Pahlawan Biologi 2015
28 Retno Wulandari Pendidikan Kimia 2016
29 Ria Novita Pendidikan IPA 2016
30 Rika Yuanasri Kimia 2015
31 Rosyidah Ahmad Muhtaram Pendidikan Kimia 2016
32 Tedi Dewanto Matematika 2016
33 Wirnaning Rokhimah Matematika 2016

 

Selamat kepada seluruh Panitia Aktivis Cup 2017 yang terpilih, semoga dapat menjalankan amanah dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh. Bagi yang belum terpilih tetap semangat.

Bagi nama-nama yang tercantum, diharapkan kehadirannya pada temu perdana Panitia Aktivis Cup 2017 yang akan dilaksanakan pada :

Hari, tanggal : Selasa, 21 Maret 2017
Pukul : 16.00 – selesai
Tempat : Taman Ormawa FMIPA UNY*

*info lebih lanjut mengenai temu perdana akan diinfokan kemudian.

Mohon maaf, apabila terjadi kesalahan dalam penulisan nama maupun kelas.

“…BOLEH jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216)

Terima kasih,

Wassalamualaikum Wr. Wb.